Forum Ilmiah Tahunan IAKMI 2018
Workshop awal
Pengembangan Kepemimpinan Kesehatan Masyarakat
di era JKN
Bandar Lampung, 16 Oktober 2018 | Pukul 08.00 – 12.30 WIB
![]()
Pengusul:
Laksono Trisnantoro, Kepala Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan.
Latar Belakang:
Jaminan Kesehatan telah berjalan 5 tahun. Telah terjadi berbagai perkembangan yang menarik termasuk adanya lembaga baru pembayar kesehatan yaitu BPJS. Sesuai hasil pengamatan, saat ini terjadi fragmentasi sistem kesehatan dimana sistem kesehatan menjadi terpisah karena adanya lembaga pembiayaan kesehatan yang mempunyai ciri sentralistik namun tidak berkoordinasi baik dengan lembaga-lembaga kesehatan yang terdesentralisasi. Hal ini ditandai dengan tidak dipergunakannya data daerah untuk pengambilan keputusan. Kegiatan promosi kesehatan yang seharusnya menjadi lebih terarah karena adanya data besar BPJS menjadi tidak terarah. Peran ahli – ahli kesehatan masyarakat di daerah menjadi tidak maksimal dan ilmu kesehatan masyarakat menjadi terpinggiurkan. Berbagai hal ini menjadi latar belakang diperlukannya para pemimpin kesehatan masyarakat yang mampu untuk mengubah situasi ini di daerah.
Pertanyaan menarik:
siapakah para pemimpin ahli kesehatan masyarakat? Apakah sudah ada di daerah-daerah? Apakah mereka terlatih untuk mengembangkan kepemimpian dan menghadapi situasi yang tidak pasti ini?
Tujuan:
- Membahas situasi yang terjadi saat ini; mengapa terjadi adanya fragmentasi dalam sistem kesehatan;
- Membahas ciri-ciri pemimpin kesehatan masyarakat;
- Melakukan identifikasi siapa pemimpin dalam kesehatan masyarakat di suatu daerah;
- Membahas pengembangan lebih lanjut secara sistematis.
Kegiatan:
Workshop 1 akan dikerjakan di Munas IAKMI pada 16 Oktober, pukul 08.00 – 12.00 Wib. Hasilnya akan dikembangkan secara sistematis setelah Munas IAKMI.
Jadwal Acara:
|
Sesi 1: 08.00 – 10.00 Wib Pemimpin Kesehatan Masyarakat, adakah? |
Pembicara: Prof. Laksono Trisnantoro
|
|
Sesi 2: 10.30 – 12.00 Wib Kepemimpinan di IAKMI dan Identifikasi siapa pemimpin kesehatan masyarakat di daerah. |
Pembicara: Dr. Ede Suryadarmawan, SKM, MDM (Ketua Terpilih PP IAKMI)
|
|
Sesi 3: 12.00 – 12.30 Wib Penutupan dan Plan of Action untuk program selanjutnya.
|
Fasilitator: Dr. Diah Ayu Puspandari Apt. M.Kes, MBA
|
Peserta
Kegiatan ini gratis bagi para Pengurus Cabang IAKMI, namun harus tetap mendaftar. Maksimum peserta dari Pengurus Cabang IAKMI yaitu 20 orang.
Para peserta non Pengurus Cabang IAKMI dikenakan kontribusi kepesertaan sebesar Rp 500 ribu rupiah untuk mengikuti acara ini.
Informasi & Pendaftaran silahkan menghubungi Sdri. Bonita (HP/WA: 081290250386) di PP IAKMI.
Sebagai direktur dari International Centre for Casemix and Clinical Coding of UKM, Prof Aljunid diberikan amanah untuk menutup kegiatan Post Graduate Forum (PGF) ke-12 ini. Aljunid menilai bahwa beberapa hal menarik muncul selama pelaksanaan PGF dengan berbagi ilmu terkait dengan isu Big Data dan pemanfaatannya. Harapan dari kegiatan ini adalah dengan penguatan isu yang berlangsung terus-menerus melalui pertemuan para peserta di dalam forum ini.
Presenter pertama disampaikan oleh Siti Athirah Zafirah (UKM Malaysia) dengan topik kualitas implementasi clinical coding di rumah sakit tersier Malaysia. Zafirah memaparkan kompleksitas petugas kesehatan di level FKTL dalam menerapkan sistem coding. Penelitian dengan metode potong lintang ini menyimpulkan kualitas sistem coding masih membutuhkan upaya peningkatan kualitas dokumentasi. Peserta presentasi oral yang kedua disampaikan oleh Relmbuss Biljers Fanda (UGM) dengan judul “Bagaimana tingkat kehadiran tenaga kesehatan di Indonesia dipengaruhi oleh sistem insentif”. Studi implementasi ini dilaksanakan di 5 Kota/Kabupaten di Indonesia (Jakarta Timur, Jember, Tapanuli Selatan, Jayapura dan Jayawijaya). Penelitian oleh PKMK FKKMK UGM ini menggarisbawahi benefit finansial pada tingkat kehadiran tidak memiliki efek signifikan dalam upaya peningkatan performa tenaga kesehatan.
Pemaparan hasil penelitian selanjutnya disampaikan oleh Jiraluck, Nurlienda dan Izza Syazwani. Jiraluck Nontarak yang merupakan peneliti pada Health System Research Institute dari Universitas Prince of Songkla Thailand melakukan penelitian survey dengan topik expected years of life lost pada konsumsi alkohol. Penelitian ini menggunakan data National Health Examination Survey periode 2003-2004. Pemaparan penelitian ini menyimpulkan angka kematian yang disebabkan oleh konsumsi alkohol adalah 10.2/1000 orang per tahun. Selain itu penelitian data sekunder ini menjelaskan dengan rinci bahwa heavy drinker meningkatkan resiko kematian dengan faktor penyebab kecelakaan, kanker dan penyakit kardiovaskular. Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Nurlienda Hasanah yang mewakili UGM. Nurlienda menyampaikan penelitian dengan judul “Policy and Programmes on Infant and Young Child Feeding in Emergency In Indonesia”. Penelitian tersebut menyimpulkan terdapat ketimpangan antara kebijakan dan program implementasi pada program IYCF yang bertujuan untuk menekan angka malnutrisi pada bayi dan balita. Studi ini menggarisbawahi aspek kerja sama lintas sektoral sangat dibutuhkan dalam implementasi program yang ideal. Setelah itu, Izzah Syazwani (Universiti Kebangsaan Malaysia) menjelaskan topik ketergantungan electronic cigarette dan nikotin pada mahasiswa di Malaysia. Penelitian ini menjelaskan ketergantungan pada nikotin dan e-cigarette tidak berkorelasi dengan jenis kelamin, status pernikahan, pendapatan keluarga, tingkat pendidikan dan penyakit penyerta. Studi ini menunjukkan pengguna e-cigarette memiliki angka ketergantungan yang rendah dalam tingkat konsumsi nikotin.
