Call For Abstract
Forum Nasional Kebijakan Kesehatan Indonesia ke VII
“Monitoring Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional
Menuju Pencapaian UHC 2019”
dan
“Pengalaman Empirik Dalam Penyusunan Kebijakan Kesehatan di Level Pemerintah Pusat atau Daerah”
PENGANTAR
Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berlangsung sejak 2014 dengan tujuan utama untuk memberikan perlindungan cakupan kesehatan semesta (universal health coverage/UHC) yang ditargetkan bisa mencakup seluruh rakyat Indonesia pada tahun 2019. Sebagaimana ditunjukkan oleh skema proses kebijakan, yang telah berada pada tahap pelaksanaan. Pelaksanaan kebijakan JKN telah berlangsung selama 3 tahun, sehingga perlu sebuah pemantauan untuk melihat sejauh mana kebijakan ini berkembang. Apakah JKN mampu bertahan sehingga menjadi kebijakan yang berkelanjutan ? Apakah di tahun 2019 benar bisa tercapai jaminan kesehatan semesta untuk seluruh rakyat Indonesia ?
Oleh karena itu, Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) sedang melakukan kegiatan monitoring JKN di tahun 2014-2016 yang dilaksanakan melalui website http://www.kebijakankesehatanindonesia.net/ pada bulan Januari hingga Oktober 2017. Kegiatan puncaknya adalah pada Forum Nasional pada tanggal 23-27 Oktober 2017 yang membahas hasil dari kerangka evaluasi untuk memberikan prediksi pencapaian UHC di tahun 2019.
Dalam rangka Forum Nasional ini, kami mengundang para peneliti, dosen, praktisi kesehatan untuk berkontribusi mengirimkan hasil penelitian dengan topik “Monitoring Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional”. Abstrak harus merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan, baik secara mandiri mau pun sebagai kelompok.
Penelitian mengenai JKN dapat berfokus pada salah satu bidang ini :
- Pelaksanaan JKN dan dampaknya dengan program kesehatan tertentu (misalnya KIA, HIV/AIDS, TB, PTM, gizi, dll);
- Aspek pembiayaan dan kebijakan pembiayaan JKN;
- Aspek kepersertaan JKN;
- Aspek regulasi dan implementasi regulasi JKN ;
- Aspek mutu pelayanan dalam pelaksanaan kebijakan JKN;
- Aspek institusi dan pemangku kepentingan kebijakan JKN ;
- Dan lain-lain
Disamping penelitian mengenai Monitoring dan Evaluasi JKN, Forum JKKI di tahun 2017 ini mengharapkan Call for Abstract yang berisikan penelitian atau pengalaman yang terkait dengan Proses Penyusunan Kebijakan Kesehatan. Call for Abstract ini merupakan hal baru yang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan para peneliti untuk mempengaruhi kebijakan di level pemerintah pusat ataupun daerah. Hal ini sangat penting mengingat bahwa di masa mendatang diharapkan kebijakan kesehatan ditetapkan berdasarkan bukti yang tepat. Diharapkan para peneliti atau analis kebijakan dapat memberikan abstrak yang mencakup:
- Pengusulan isu dalam Agenda Setting kebijakan kesehatan di pemerintahan pusat, propinsi, atau kabupaten;
- Pengalaman melakukan penelitian implementasi dan monitoring kebijakan kesehatan yang berjalan;
- Metode Evaluasi Kebijakan;
- Analisis Kebijakan Kesehatan;
- Proses Advokasi untuk pengembangan kebijakan kesehatan,
- Dan berbagai hal terkait dengan proses penyusunan kebijakan di pemerintah pusat dan daerah.
Tanggal-tanggal Penting:
- Registrasi dengan harga khusus : 03 Juni – 10 September 2017
- Registrasi dengan harga normal : 11 September – 21 Oktober 2017
- Batas akhir pengumpulan abstrak : 1 Agustus 2017
- Pengumuman abstrak yang diterima : 15 Agustus 2017
- Pre-Forum Nasional : 23, 24 Oktober 2017
- Forum Nasional : 25 – 27 Oktober 2017
Ketentuan Penulisan
Format Abstrak:
- Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia;
- Judul dan teks abstrak tidak lebih dari 300 kata;
- Tidak menggunakan akronim dan simbol untuk tujuan menyingkat;
- Diketik dengan program Microsoft Word diketik 1 spasi, dengan program Windows Microsoft Word tahun 1997 ke atas, tipe huruf Times New Roman, font size 12, dan margin kiri, kanan, atas, dan bawah semuanya sebesar masing-masing 2,54 cm pada kertas ukuran A4.;
- Abstrak berisi minimal:
- Abstrak Penelitian:
- Pendahuluan (latar belakang, tujuan, dan rumusan masalah atau hipotesis);
- Metode (desain penelitian, subjek, pengumpulan data, dan analisis data);
- Hasil dan bahasan;
- Kesimpulan dan saran/implikasi untuk kebijakan kesehatan.
- Abstrak Pengalaman Empirik dalam proses kebijakan
- Pendahuluan (latar belakang dalam konteks proses kebijakan kesehatan)
- Tujuan Penulisan Paper pengalaman:
- Uraian;
- Kesimpulan dan saran/implikasi untuk proses kebijakan.
- File abstrak disertai identitas peneliti/pengirim, meliputi:
- nama penulis; apabila penulis lebih dari satu, maka tandai penulis yang akan presentasi dengan menggarisbawahi nama.
- nama institusi peneliti;
- nomor telepon /kontak peneliti; dan
- alamat e-mail peneliti
- Abstrak Penelitian:
Abstrak haruslah hasil penelitian terkait kebijakan dan monitoring kebijakan yang telah selesai dilakukan. Abstrak tidak boleh merupakan abstrak yang telah dikirimkan dan dipresentasikan di konferensi/seminar lain.
Pengiriman abstrak dikirim ke :
[email protected] atau [email protected]
atau melalui web:
https://kebijakankesehatanindonesia.net/jkki
Pembayaran & Rewards
- Biaya registrasi sebesar Rp 1.000.000,00 (sampai tanggal 10 September 2017)
- Registrasi setelah tanggal 10 September 2017 akan dikenai harga normal Rp. 1.500.000,-
- Bagi abstrak yang terpilih akan mendapatkan free biaya registrasi dan seminar Forum KKI VI
- Penulis dapat mengirimkan makalah lengkap untuk diterbitkan sebagai proceeding (dengan nomor ISBN) dalam Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia.
- Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian Forum Nasional selama 3 hari akan mendapat sertifikat dengan SKP (IDI, IAKMI, PPNI, IBI)
Pre-Forum Nasional
Forum Nasional juga akan menghadirkan beberapa pelatihan sebagai bagian dari Pre-Forum Nasional. Kegiatan adalah sebagai berikut:
| Tanggal | Judul Pelatihan | Biaya | Registrasi terakhir |
| 23 Oktober 2017 | Pengembangan Teknik Advokasi dan Diseminasi dengan Media Sosial | Rp. 500.000,-/orang | 10 September 2017 ATAU setelah peserta mencapai jumlah maksimal 30 orang |
| 23 Oktober 2017 | Perencanaan dan penganggaran berbasis bukti dan kebijakan | Rp. 500.000,-/orang | 10 September 2017 ATAU setelah peserta mencapai jumlah maksimal 30 orang |
| 24 Oktober 2017 | Penulisan Policy Brief | Rp. 500.000,-/orang | 10 September 2017 ATAU setelah peserta mencapai jumlah maksimal 30 orang |
| 24 Oktober 2017 | Sinkronisasi RPJMN dan RPJMD | Rp. 500.000,-/orang | 10 September 2017 ATAU setelah peserta mencapai jumlah maksimal 30 orang |
KONTAK
Pendaftaran dapat dilakukan melalui website www.kebijakankesehatanindonesia.net, dan Abstrak dapat dikirimkan melalui email [email protected] atau [email protected] Informasi lebih lanjut terkait Forum Kebijakan Kesehatan Indonesia VII dapat di akses pada alamat website https://kebijakankesehatanindonesia.net/
CP: Putri Sulistyo Aji
Hp 0811 1019 077
Email: [email protected]
Tahun lalu, 2016, forum ini membahas mengenai mobilisasi resources. Saat ini di tahun 2017, kita akan menekankan bahwa dana yang ada harus dibelanjakan secara efisien. Tahun ini kita membahas bagaimana inovasi-inovasi dan berbagai hal yang mungkin kontroversial mengenai efisiensi dalam pelayanan kesehatan. Diharapkan efisiensi akan meningkatkan akses.
Gerakan untuk mencapai UHC semakin banyak, bahkan tahun ini jumlahnya meningkat. Demanduntuk pertemuan ini semakin besar. Saat ini kita sudah akan melihat UHC 2030. Besok akan dibahas mengenai Healthy System for UHC. December untuk UHC day akan dijalankan di Jepang untuk kegiatan ini. Tahun 2017 ini merupakan penting untuk UHC.
Efisiensi merupakan satu hal kunci dalam lingkaran komponen fiscal space. Pertemuan Forum 1 pada tahun 2016 telah mengidentifikasi adagap financingyang perlu dicari untuk pelayanan kesehatan. Banyak faktor yang mempengaruhi fiscal space. Di sisi lain, ada in-efficiency seperti yang terdapat pada slide.








Ada yang menarik dengan plennary di hari penutup ini. Tidak hanya menampilkan ahli-ahli kesehatan masyarakat senior, ahli-ahli muda dan siswa SMU pun diundang untuk menyampaikan visi mereka akan isu kesehatan.
Kami berharap apa yang kami deklarasikan ini dapat diterapkan juga oleh seluruh lapisan pemerintahan mulai dari pemerintah lokal, nasional dan internasional, masyarakat termasuk organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta perusahaan dan sektor swasta. Kami ingin seluruh pihak tadi bahu-membahu mewujudkan regulasi, legislasi dan skema pajak yang kuat bagi produk-produk yang membahayakan kesehatan, menerapkan kebijakan fiskal yang mendukung pembiayaan kesehatan, menentang kesepakatan-kesepakatan internasional yang tidak mendukung equity, mendukung perjanjian internasional yang mengurangi risiko kesehatan misalnya Framework Convention on Tobacco Control, serta meningkatkan dukungan biaya untuk sistem kesehatan yang berkesinambungan dan universal health coverage.
Ada dua pesan utama yang disampaikan oleh Rüdiger Krech dari Department Sistem dan Inovasi Kesehatan WHO yaitu pentingnya regulasi dan inovasi dalam pencapaian tujuan kesehatan ke depannya. “Saat ini, mobilitas manusia luar biasa besar, yaitu 3.6 milyar penumpang pesawat internasional dan diperkirakan akan naik dua kali di tahun 2035. Semakin tinggi tingkat perpindahan manusia, semakin cepat pula kuman menyebar”, papar Krech memulai pidatonya. Krech memberikan contoh penyebaran virus Zika di tahun lalu. Ini salah satu faktor risiko transmisi penyakit menular yang pasti kita hadapi ke depannya. Krech juga mengingatkan kita pada epidemi Ebola beberapa waktu silam. Saat itu, data dari google berupa jumlah pencarian gejala Ebola memberikan informasi yang lebih real time mengenai potensi wabah dibandingkan data dari sektor kesehatan. Kejadian-kejadian tersebut menekankan pentingnya inovasi dan berpikir jauh ke depan dalam upaya pengendalian penyakit.
Professor Prabhat Jha, chair Dalla Lana School of Public Health Canada yang telah melakukan berbagai penelitian terkait dampak ekonomi dan kesehatan rokok, memulai sesinya dengan 5 poin kesimpulan: 1) perokok memiliki usia harapan hidup 10 tahun lebih pendek daripada bukan perokok; 2) berhenti merokok sebelum usia 40 tahun dapat mencegah 90% beban penyakit akibat merokok; 3) tembakau merupakan salah satu penyebab kemiskinan dan kebijakan pembatasan rokok berpotensi mengurangi angka kemiskinan, dan 4) menaikkan harga rokok 3 kali akan mengurangi 1/3 konsumsi rokok dan menghindari 200 juta kematian.


Dimulai oleh Profesor Alex Ezeh, Direktur Eksekutif dari African Population and Health Research Center (APHRC) yang menunjukkan bahwa angka prevalensi dan insidensi penyakit di Afrika mengalami penurunan bermakna, meskipun tetap lebih tinggi dibandingkan dengan rerata penduduk dunia. Afrika mengalami tidak hanya double, triple, tetapi quadruple burden of disease yaitu: tingginya angka kematian ibu dan anak yang gagal mencapai target Millenium Development Goals (MDGs), beban penyakit menular yang masih tinggi terutama Malaria dan HIV/AIDS, kecelakaan lalu lintas dan beban penyakit tak menular termasuk kesehatan jiwa.
Maria Neira, Direktur Department of Public Health and Environment World Health Organization, menegaskan bahwa polusi udara merupakan kegawatdaruratan kesehatan masyarakat saat ini. Data menunjukkan bahwa Polusi udara menyebabkan 3.5 juta kematian di tahun 2012 dan polusi udara dari kegiatan rumah tangga menyebabkan kematian lebih dari 4 juta kasus di tahun yang sama. 41% penduduk dunia masih menggunakan kayu bakar atau batubara atau materi padat lain untuk kegiatan memasak, yang berkontribusi pada tingginya polusi udara indoor. Tingginya polusi udara berkorelasi dengan tingginya prevalensi penyakit pernapasan.
