Scaling-up: A Neglected Focus of Implementation Research?
Reporter: Yodi Mahendradhata

Sesi ini mengangkat tiga kata kunci: scaling up; implementasi; dan hubungan antara riset dan kebijakan. Prof. Anne Mills selaku moderator menggaris bawahi bahwa dalam membahas isu implementasi ada dua mazhab yang dominan. Mazhab yang muncul lebih awal adalah evaluasi implementasi kebijakan. Dalam mazhab ini, evaluasi dilaksanakan setelah sebuah kebijakan diadopsi. Contoh teori dalam mazhab ini adalah “street level bureaucrats“. Mazhab yang baru berkembang belum lama ini adalah implementation science yang lebih menekankan bagaimana meningkatkan efektifitas implementasi sebuah intervensi dalam konteks tertentu.
Pertanyaan-pertanyaan penting yang muncul dalam sesi ini adalah: (1) bagaimana riset dirancang untuk mengawal upaya scaling up; (2) bagaimana memahami konteks untuk kepentingan scaling up; dan (3) upaya-upaya apa yang diperlukan untuk mendukung scaling up. Beberapa catatan penting yang muncul adalah: (1) konteks perlu diteliti secara lebih detail, tidak sekedar diperlakukan sebagai variable penggangu; (2) peneliti berperan penting dalam memahami dan melibatkan para pelaksana program, untuk kepentingan scaling up; (3) piloting/ujicoba seringkali lebih dirancang untuk demonstrasi keberhasilan (memerlukan kapasitasi yang tinggi), tidak untuk scaling up.
Reportase Terkait
{tab Hari 1|red}
14 November 2016
- A pragmatic guide to health systems implementation research
- How to write a good paper and get it published: publishing, peer-review and innovation
- Resilient Access and Delivery of New Health Technologies: The Critical Role of Implementation Research
- Out of Library and into the World: Communication for research
{tab Hari 2|orange}
15 November 2016
- Welcome Plenary: Resilient People, Responsive Health System?
- Momentum Toward UHC: Implications and Opportunities for small-to-medium Private Practices
- Think Tanks and Evidence Based Research-Informing Policies to Accelerate Health-Related Sustainable Development Goals:
- A Massive Open Online Course (MOOC) on Implementation Research
- Getting Research Into Health Policy and Practice in Public Health (GRIP-Health)
{tab Hari 3|green}
16 November 2016
- Future Learning and Evaluation Approaches for Health System Development
- Translating Evidence Into Action – Thematic Working Group Meeting
- Changing minds and changing budgets: funding strategies for Health Policy and Systems Research
{tab Hari 4|blue}
17 November 2016
- Oral Presentation: Health Reform – Governance
- Scaling-up: A Neglected Focus of Implementation Research?
- Reportase Acara Sampingan
- Topik Tentang Universal Health Coverage
{tab Hari 5|grey}
18 November 2016
- Blurring the lines: ethical considerations when research is embedded in policy and practice
- Engaging power and politics in promoting health and public value
- Pendidikan dan Penelitian untuk Penelitian dan Isu Kebijakan dan Sistem Kesehatan
{tab Penutup|red}
{/tabs}
{jcomments on}




Sesi diawali dengan menceritakan pengalaman Kenya dalam melibatkan sektor swasta dalam upayanya mencapai UHC (cakupan kesehatan semesta). Konteks Kenya hampir sama dengan Indonesia: anggaran untuk kesehatan relatif rendah, belanja kesehatan hampir berimbang antara pengeluaran publik (34%) dengan pengeluaran out-of-pocket (32%), sistem kesehatan didominasi sektor publik (46%) tetapi proporsi sektor swasta sangat besar (40%) dan khususnya apabila memperhitungkan small-to-medium private practices/SMPP (klinik pratama, praktek pribadi atau praktek kelompok). Sistem asuransi kesehatan nasional Kenya baru mencakup 16% dari populasi, dan baru sedikit sekali sektor swasta yang memiliki kontrak dengan sektor swasta. Namun, mengingat Kenya berupaya mencapai cakupan kesehatan semesta, sementara mayoritas masyarakat lebih banyak mengakses sektor swasta, maka kerja sama asuransi kesehatan nasional dengan SMPP menjadi salah satu strategi utama.
