Diskusi PKMK tahun 2013
Pokok Bahasan Surveilans Respons
( Artikel, Kebijakan Kemkes RI)
Kelompok Kerja Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran UGM
8 Mei 2013
Latar Belakang
Epidemiologi merupakan studi yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan keadaan kesehatan pada populasi, serta penerapannya untuk pengendalian masalah kesehatan. Karena penyakit pada manusia tidak tersebar dan terbagi begitu saja secara acak tetapi ada faktor penyebab, maka epidemiologi harus melibatkan pengamatan dan pengukuran yang sistematik tentang frekuensi penyakit dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian penyakit. Pengamatan secara sistematik dan terus menerus menurut faktor determinan dan distribusi penyakit dan masalah kesehatan yg terjadi adalah surveilans. Dalam tatanan manajemen kesehatan, surveilans berperan sebagai intelijen yang bertugas untuk menghasilkan informasi epidemiologi yang sangat bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan. Surveilans harus ditindak lanjuti dengan respons, dapat berupa respons segera atau respons terencana. Oleh karena itu kegiatan ini sangat penting untuk peningkatan kompetensi para stakeholder, dosen, peneliti, konsultan dan mahasiswa pasca sarjana.
Tujuan
- Membahas perkembangan kebijakan dan manajemen terkait dengan pelaksanaan surveilans respons.
- Membahas metode penelitian, pelatihan dan konsultasi yang dipergunakan dalam surveilans respons.
- Meningkatkan kompetensi para stakeholder, dosen, peneliti dan konsultan dalam pemanfaatan sistem surveilans respons proses pengambilan keputusan.
- Mengembangkan forum komunikasi antara stakeholder, dosen, peneliti dan konsultan dalam kebijakan dan manajemen kesehatan.
Metode
- Diskusi ini dipimpin oleh fasilitator yang bertugas :
– Memilih dan menjelaskan topik diskusi
– Memfasilitasi dan memimpin jalannya tanya jawab
- Peserta diskusi :
– Stakeholder yang terkait dengan topik diskusi ( BBTKL, Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi, Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten)
– Dosen ,peneliti dan konsultan
– Mahasiswa Pasca Sarjana
- Diskusi akan diselenggarakan sebulan sekali, tempat dan waktu akan disampaikan secara rutin.
Kegiatan ini akan dipancarkan melalui video dan audio streaming, sehingga para peserta yang ada di luar Yogyakarta dapat mengikuti diskusi dengan mendaftar terlebih dahulu.
Jadwal acara :
| Diskusi Surveilans Respons PKMK 2013 | |||
|
|||
| Bulan | Topik | Makalah yang ditelaah | Fasilitator |
|
Mei |
Surveilans respons kematian ibu |
Maternal death surveillance and response, Bulletin of the World Health Organization 2011;89:779-779A. |
Siti Noor Zaenab |
Materi
- Presentasi Proposal Penelitian Surveilans Respons – Sitti Noor Zaenab
- Pengantar Diskusi Bulanan (sistem surveilans-respons)
- Surveilans Kematian Maternal
- Surveilans Respons Kematian Ibu

JADWAL KEGIATAN





Materi 

ARSIP VIDEO STREAMING

PENGANTAR
TUJUAN

Dr. David menggambarkan beberapa pendekatan sosial deteminan yang semua outcome-nya adalah perubahan status kesehatan, namun dipertanyakan apakah pendekatan tersebut ditujukan kepada orang miskin (pro-poor)? Beberapa pendekatan SDH yang dipaparkan Dr. David adalah pendekatan tradisional, pendekatan Diderichsen-Rockerfeller 2001, dan pendekatan SDH Commission on Social Determinants of Health 2008. Namun semua pendekatan tersebut dapat dikatakan pro-poor tergantung dari grup populasi yang dituju. Dalam kesimpulannya Dr. David mengidentifikasi beberapa topik area penelitian SDH yang dilakukan oleh para peneliti INDEPTH di Afrika dan Asia.
Prof Pascal Allotey dari Malaysia menyajikan : Social sciences as a necessary framework for health research in Asian and African countries
Yahya menggambarkan strategi yang dilakukan Equinet untuk mendukung SDH di Tanzania. Salah satu kegiatan penting Equinet adalah melakukan pengawasan terhadap ekuitas (equity watch) berupa pengumpulan bukti-bukti terkait dengan SDH dan redistribusi sistem kesehatan. Equinet juga melakukan upaya dialog akan temuan-temuan dalam melakukan pengawasan ekuitas, implikasinya terhadap kebijakan serta tindakan yang diambil oleh pemerintah.
Prof. Charles menggambarkan konsep SDH yang sebenarnya merupakan solusi di luar sektor kesehatan, artinya semua sektor bertanggungjawab terhadap kesehatan. Prof. Charles juga menjelaskan tentang tantangan health equity di Asia Pacifik. Data yang ada dikelompokkan dalam beberapa aksi seperti aksi tentang urbanisasi yang sehat dan seimbang, perlindungan sosial dan penyediaan lapangan kerja yang adil, serta aksi terhadap sistem kesehatan yang berdampak pada ekuitas kesehatan. Dalam penutupnya, Charles menyatakan empat tantangan utama dalam SDH yaitu data, pengetahuan dan ketrampilan, perubahan paradigma, dan kebijakan.