diselenggarakan oleh:
Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
Transformasi kesehatan merupakan agenda strategis nasional untuk mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh, berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada penyusunan kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy), tetapi juga pada kemampuan berbagai pemangku kepentingan dalam mengomunikasikan, mengadvokasikan, dan membangun dukungan publik terhadap kebijakan yang dihasilkan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Media digital seperti media sosial, podcast, video pendek, webinar, infografis, website, hingga platform berbasis kecerdasan buatan menjadi saluran yang efektif dalam menyebarluaskan informasi sekaligus memengaruhi opini publik. Oleh karena itu, media digital memiliki peran strategis sebagai instrumen advokasi kebijakan kesehatan.
Namun demikian, masih banyak akademisi, tenaga kesehatan, organisasi profesi, organisasi masyarakat sipil, maupun pengelola fasilitas kesehatan yang belum memiliki kemampuan memadai dalam menerjemahkan hasil penelitian, data kesehatan, maupun rekomendasi kebijakan menjadi konten digital yang menarik, mudah dipahami, dan mampu mendorong perubahan kebijakan.
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam merancang strategi advokasi kebijakan kesehatan melalui media digital yang berbasis bukti, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi. Selain memahami konsep advokasi digital, peserta juga akan memperoleh pengalaman praktik dalam menyusun strategi komunikasi, memproduksi berbagai bentuk konten digital, serta merancang kampanye advokasi kesehatan yang mendukung agenda Transformasi Kesehatan Indonesia.
Tujuan Umum
Meningkatkan kapasitas peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai instrumen advokasi kebijakan kesehatan berbasis bukti guna mendukung implementasi transformasi kesehatan di Indonesia.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti workshop, peserta mampu:
- Memahami konsep advokasi kebijakan kesehatan berbasis bukti.
- Memahami peran media digital dalam memengaruhi proses penyusunan dan implementasi kebijakan kesehatan.
- Menentukan sasaran advokasi serta menyusun pesan kebijakan (policy message) yang efektif.
- Mengembangkan strategi komunikasi digital sesuai karakteristik audiens.
- Memproduksi berbagai bentuk konten digital untuk advokasi kebijakan kesehatan.
- Menyusun rencana advokasi kebijakan kesehatan berbasis media digital.
- Mengevaluasi efektivitas kampanye digital menggunakan indikator komunikasi dan keterlibatan audiens.
Sasaran Peserta
Workshop ditujukan kepada:
- Tenaga kesehatan
- Dosen dan peneliti
- Mahasiswa bidang kesehatan
- Organisasi profesi kesehatan
- Organisasi masyarakat sipil
- Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan
- Dinas Kesehatan
- Pengelola program kesehatan
- Tim komunikasi instansi kesehatan
- Pengelola media sosial institusi
- Praktisi komunikasi kesehatan
- Pemerhati kebijakan kesehatan
Kompetensi yang diharapkan
- Menganalisis isu kebijakan kesehatan yang memerlukan advokasi.
- Menyusun strategi advokasi berbasis bukti.
- Mengembangkan pesan kebijakan yang mudah dipahami masyarakat dan pembuat kebijakan.
- Memanfaatkan berbagai platform media digital sebagai sarana advokasi.
- Memproduksi konten digital yang efektif dan sesuai dengan sasaran audiens.
- Menyusun rencana kampanye advokasi kebijakan kesehatan yang terukur.
Materi Workshop
Advokasi Kebijakan Kesehatan Berbasis Media Digital: Strategi Komunikasi, Produksi Konten, dan Kampanye Digital
Pokok bahasan:
- Konsep dan strategi advokasi kebijakan kesehatan berbasis bukti dalam mendukung transformasi kesehatan.
- Peran media digital dalam advokasi kebijakan dan membangun dukungan publik.
- Identifikasi isu, sasaran, dan penyusunan policy message yang efektif.
- Strategi komunikasi digital dan storytelling berbasis data sesuai karakteristik audiens.
- Prinsip dan praktik produksi konten advokasi kesehatan: infografis, carousel, video pendek, podcast, dan artikel opini.
- Perancangan kampanye digital: tujuan, target audiens, content planning, kalender konten, dan strategi distribusi.
- Etika, kredibilitas informasi, dan prinsip komunikasi kesehatan di ruang digital.
- Praktik: penyusunan strategi kampanye advokasi kebijakan kesehatan berbasis media digital.
Narasumber
Narasumber berasal dari Praktisi kesehatan komunikasi digital:
- Ayu Cornelia, B.A., M.Si. (Dosen MMTC dan AMPTA)
- Nalsali Ginting, S.KM
- Mufid Salim, S.I.Kom., M.I.Kom. (Universitas Ahmad Dahlan)
Waktu & Tempat
Hari/Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : 09.00-12.00 WIB
Tempat : Zoom Meeting/Hybrid
Agenda
|
Pukul (WIB) |
Kegiatan |
Fasilitator |
|
08.30–09.00 |
Registrasi dan Pretest |
Panitia |
|
09.00–09.15 |
Pembukaan |
Panitia |
|
09.15–10.00 |
Advokasi Kebijakan Kesehatan Berbasis Media Digital: Strategi Komunikasi, Produksi Konten, dan Kampanye Digital |
Dr. Mufti Nurlatifah, S.IP, MA |
|
10.00-11.00 |
Sesi Praktik |
Panitia |
|
11.00-11.30 |
Diskusi dan Tanya Jawab |
Panitia |
|
11.30-11.40 |
Penutupan |
Panitia |
Biaya & Informasi Pendaftaran
Biaya kepesertaan sebesar Rp75.000,-
Narahubung
Yuka Nabila / 085811513876