PMPK Fakultas Kedokteran UGM dan Nossal Institute for Global Health University of Melbourne
Menyelenggarakan :
Diskusi Makan Siang (Lunch Discussion) : Refleksi Kunjungan ke Melbourne: Peran Perhimpunan Profesi Kedokteran-Kesehatan dalam memperkuat Sistem Kesehatan yang berkeadilan (dalam konteks Penguatan Sistem Kesehatan)
Rabu 2 November pukul 12.30 – 15.00 WIB
Gedung Granadi Jakarta
Latar Belakang
Di awal bulan Oktober PMPK FK UGM bersama dengan Nossal Institute di University of Melbourne menyelenggarakan workshop di Melbourne yang bertujuan untuk:
- Memahami peran Asosiasi Profesional Dokter, Badan Pengawas Praktisi Kesehatan Australia, dan Konsil Kedokteran Australia dalam sistem kesehatan; dan
- Mengidentifikasi potensi kontribusi perhimpunan dokter, dokter spesialis, dan bidan dalam mengatasi beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh sistem kesehatan.
Secara khusus, kunjungan bertujuan untuk:
- Membandingkan peran dan tanggung jawab perhimpunan dokter di Indonesia dengan pengalaman internasional, khususnya pengalaman Australia;
- Mencari tindakan strategis perhimpunan dokter untuk mengatasi masalah distribusi, retensi, praktek ganda, dan insentif dokter dan dokter spesialis di Indonesia berdasarkan pengalaman dan praktik internasional.
Pasca kunjungan, pada tanggal 2 November 2011 akan dilakukan kegiatan lunch discussion dengan tujuan:
- Melakukan refleksi kunjungan ke Melbourne dalam penguatan Sistem Kesehatan di Indonesia;
- Melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai kelompok non-pemerintah di sektor kesehatan untuk penguatan health system, khususnya dalam distribusi dan pembayaran tenaga kesehatan;
- Membahas hubungan pemerintah dengan asosiasi profesi dan lembaga swasta dalam konteks ideologi dan penganggaran.
Diskusi makan siang ini diharapkan dapat merangsang pemikiran baru mengenai hubungan pemerintah dengan perhimpunan profesi dan swasta. Hal ini penting karena sampai sekarang masih belum terjadi hubungan yang efektif antara pemerintah dengan perhimpunan profesi dan swasta. Diharapkan ada berbagai plan of action sebagai hasil dari kunjungan di Melbourne
Jadual acara:
|
12.00 – 13.00 |
Makan siang |
|
13.00 – 13.30 |
Penyampaian Materi oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.d; |
|
13.30 – 15.00 |
Tanggapan melalui round-table discussion. Diharapkan ada tanggapan yang menguraikan mengenai strategi meningkatkan hubungan perhimpunan profesi dan sektor swasta, dengan pemerintah. |
Pendaftaran pada:
Angelina Yusridar
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Telp. 0274-549425 (hunting)
Email : [email protected]
Hp. 08111498442












Saat ini Indonesia memiliki kebijakan Universal Coverage (Cakupan Semesta) untuk melindungi masyarakat dari bencana pengeluaran belanja kesehatan akibat sakit. Dalam 10 tahun terakhir, berbagai sistem asuransi kesehatan nasional telah dibentuk, yang dimulai dengan Jaring Pengaman Sosial Kesehatan kemudian menjadi Askeskin, Jamkesmas, dan baru-baru ini ada Jampersal. Namun, karena distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata serta terbatasnya fasilitas kesehatan di wilayah terpencil dan sulit, sistem jaminan dan asuransi kesehatan nasional menghadapi berbagai masalah serius, termasuk adanya ketidakmerataan geografis.

Setelah sebelumnya Forum Nasional Kebijakan Kesehatan I sukses diselenggarakan di Jakarta setahun yang lalu, Forum Nasional II diselenggarakan di Makasar pada tanggal 28 sampai dengan 30 September. Jumlah peserta forum yang berlangsung di Hotel Horison kali ini meningkat cukup signifikan. Tahun lalu hanya dihadiri sekitar 120an peserta, tahun ini menjadi lebih dari 180 orang.
Pertemuan Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia ini berasal dari acara tahunan kelompok peneliti dan pengambil keputusan yang berusaha secara rutin bertemu setahun sekali untuk membahas pelaksanaan desentralisasi kesehatan sejak tahun 2002. Pada tahun 2010 yang lalu, kelompok ini merubah diri menjadi Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia. Jaringan ini bersifat informal untuk mengembangkan kemampuan penelitian kebijakan kesehatan serta untuk meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan.