Materi presentasi Pleno 1 dan 2 klik disini
|
Waktu |
Agenda dan Pembicara |
Pembahas |
||||||||||||||||||
|
24 Agustus 2015 |
||||||||||||||||||||
|
07.00 – 08.00 |
Registrasi Peserta |
|||||||||||||||||||
|
08.00 – 09.15 |
Opening Ceremony Tari Pasambahan
Pembukaan resmi menggunakan Talempong |
|
||||||||||||||||||
|
09.15 – 10.00 |
Keynote Speech Sesi ini merupakan pembukaan Forum Nasional Kebijakan Kesehatan dengan presentasi ilmiah mengenai: Perencanaan UHC dalam Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Paripurna Pembicara: |
|
||||||||||||||||||
|
10.00 – 10.30 |
Rehat Kopi |
|||||||||||||||||||
|
10.30 – 12.00 |
SESI I – Diskusi Pleno Monitoring dan Evaluasi Kebijakan JKN 2015 Sesi Pleno ini membahas berbagai hal penting dalam monitoring Kebijakan JKN. Pembicara:
Fasilitator: Prof. Laksono Trisnantoro MSc PhD Diskusi untuk dibahas: Apakah sudah saat nya dilakukan Evaluasi terhadap Kebijakan JKN: Apakah JKN diproyeksikan dapat mencapai tujuan yang sudah ditetapkan? |
Pembahas
|
||||||||||||||||||
|
12.00 – 13.00 |
Rehat Siang |
|||||||||||||||||||
|
13.00 – 14.30 |
SESI II – Diskusi Pleno Penyampaian konsep dasar desentralisasi – Implementasi UU 23/2014 dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage 2019. Pembicara:
Fasilitator: Budihardja Singgih |
Pembahas:
|
||||||||||||||||||
|
14.30 – 15.00 |
Rehat Kopi |
|||||||||||||||||||
|
15.00 – 18.00 |
SESI III – Diskusi Paralel (Jadwal silahkan |
|||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||
|
18.00 – 19.00 |
Istirahat |
|||||||||||||||||||
Materi Presentasi Pleno 4, 5, dan 6 klik disini
|
25 Agustus 2015 |
||||||||||||||||||||
|
07.00 – 08.00 |
Registrasi Peserta |
|||||||||||||||||||
|
08.00 – 09.00 |
SESI IV – Diskusi Pleno Penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan penguatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam Pelayanan UKP dan UKM: Pembicara: Prof. DR. dr. Hj. Rizanda Machmud, M.Sc., Ph.D Apakah Puskesmas sebagai lembaga pemerintah mampu menjalankan fungsi sebagai FKTP dengan baik? Pembicara: DR. dr. Mubasysyr Hasanbasri, MA. Universitas Gadjah Mada Fasilitator: Dr. dr. Deni Sunjaya DESS, Universitas Padjajaran. |
Pembahas
|
||||||||||||||||||
|
09.00 – 10.00 |
SESI V – Diskusi Pleno Strategi Pemanfaatan Kenaikan Anggaran Kesehatan 5% untuk Pencapaian Target UHC dan SDGs) Pembicara
Sesi ini membahas persiapan Bappenas dan Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi kenaikan anggaran Kesehatan di sektor Kesehatan. Diharapkan para pejabat yang berwenang dapat membahas apa yang terjadi saat ini. Fasilitator: Dr. dr. Dwi Handono, M.Kes : PKMK FK UGM |
Pembahas
|
||||||||||||||||||
|
10.00 – 10.30 |
Rehat Kopi |
|||||||||||||||||||
|
10.30 – 12.00 |
SESI VI – Diskusi Pleno Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Pencegahan Fraud di Era JKN
Fasilitator: Dr. Hanevi Djasri MARS Sesi ini membahas mengenai kebijakan pencegahan fraud. Diharapkan para pembicara membahas mengenai kebijakan pencegahan ini; apakah cukup mampu untuk mengurangi perilaku fraud di JKN. Salahsatu pembicara diharapkan dapat membahas mengenai proses penyusunan kebijakan pencegahan fraud. |
Pembahas
|
||||||||||||||||||
|
12.00 – 13.00 |
Rehat Siang |
|||||||||||||||||||
|
13.00 – 15.00 |
SESI VII – Diskusi Paralel (Jadwal silahkan |
|||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||
|
15.00 – 16.00 |
Sambutan dari DFAT Pembicara : John Leigh – DFAT Representative Keynote Speech Perencanaan UHC dalam Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Paripurna Dra. Nina Sardjunani, MA – Deputy Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Evaluasi MDG’s Kesehatan: Khususnya MDG-4 & MDG-5 dan Strategi SDGs Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K), Menteri Kesehatan Republik Indonesia |
|||||||||||||||||||
|
16.00 – 17.00 |
Sesi Penutup Seminar : Menatap Tahun 2016 Strategi Pemanfaatan Kenaikan Anggaran Kesehatan 5% untuk Pencapaian Target UHC dan SDGs : Persiapan Pertemuan tahun 2017 |
|||||||||||||||||||
|
16.00 – 16.30 |
Rehat Kopi |
|||||||||||||||||||
|
15.30 – 17.00 |
SESI VIII – Diskusi Paralel (Jadwal silahkan |
|||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||
|
17.00 – 19.00 |
Istirahat dan persiapan ramah tamah |
|||||||||||||||||||
|
19.00 – 21.00 |
Ramah Tamah oleh walikota Padang |
|||||||||||||||||||

















































































Para peneliti dan praktisi dari seluruh Indonesia berdatangan ke bumi Padang untuk Kebijakan Kesehatan Indonesia VI selama empat hari ke depan (24-27 Agustus 2015). Kelompok peneliti dan praktisi kesehatan ini akan membahas semua masalah dan pembelajaran mengenai kebijakan kesehatan di Indonesia. Tema yang diangkat mengenai Universal Health Coverage 2019: Manfaat, Kendala, dan Harapannya.
Terakhir, sambutan oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Rosnini Savitri, M.Kes. Dalam sambutannya, Rosnini menyampaikan sejumlah hal, antara lain dana untuk kesehatan Sumatera Barat sudah mencapai 16,8 % meski masih ada kabupaten/kota yang masih berkisar 4-5% tetapi ada juga kabupaten yang justru lebih tinggi hingga mencapai 18%. Ini menjadi tantangan kami memang, bagaimana meningkatkan pendanaan bidang kesehatan di Sumatera Barat. Forum ini sangat bermanfaat bagi Sumatera Barat, dilihat dari isu-isu kebijakan yang diangkat, diantaranya mengenai bencana dan HIV AIDS. Kami haturkan banyak terimakasih dan mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Sebagai Ketua JKKI, Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD memberikan pengantar pada seminar di hari pertama ini. Setidaknya ada dua topik yang dibahas pada pengantar tersebut, yang pertama mengenai apa manfaat dilakukannya monitoring kebijakan JKN dan yang kedua terkait dengan pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia.
Saat ini implementasi JKN dan BPJS cenderung tersentralisasi padahal masalah di berbagai daerah berbeda-beda, yang membutuhkan pendekatan berbeda pula. Sebagai contoh, data dari kabtor-kantor cabang BPJS langsung dikirim ke pusat tanpa ada komunikasi dengan Pemda/Dinkes setempat. Akibatnya, kepala daerah tidak mengetahu berapa masyarakatnya yang menderita sakit tertentu, atau apa masalah penyakit terbanyak yang diderita warganya. Oleh karenanya, UGM mengajak perguruan tinggi lain untuk terus menerus melakukan monev, mendiseminasi hasilnya dan bersama-sama mengupayakan advokasi di tingkat daerah masing-masing hingga ke pusat. Untuk meningkatkan efektivitas ini, teknologi komunikasi jarak jauh dimanfaatkan semaksimal mungkin. Setiap pertemuan yang membahas mulai dari penyusunan proposal hingga diseminasi hasil-hasil penelitian dan advokasi dipaparkan melalui website, webinar hingga blended learning. Untuk itu, semua perguruan tinggi yang terlibat aktif juga harus menguasai teknologi ini dan memiliki infrastruktur yang mendukung. Seperti yang dilakukan pada Fornas di Padang ini yang secara langsung di-relay antara lain oleh Universitas Mulawarman, Universitas Nusa Cendana, Universitas Sam Ratulangi dan UGM. Harapannya, setiap perguruan tinggi akan memiliki kesempatan yang sama untuk berperan sebagai host/co-host pertemuan nasional, serta mengembangkan simpul-simpul penelitian kebijakan di daerah di seluruh Indonesia. Sayangnya, saat ini perguruan tinggi yang terlibat masih sedikit dan akses ke pertemuan ilmiah terbatas. Oleh karenanya, Prof. Laksono mengajak semua pihak untuk bergabung dan aktif di forum JKK ini dan menjalin hubungan komunikasi antar-anggota. Pada akhirnya, masyarakat pengguna ilmu dapat mengembangkan diri secara lebih murah.



Forum JKKI telah memasuki hari kedua, yang special dihari ini yaitu keynote speech menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) hadir ditengah-tengah kami. Beliau memaparkan materi mengenai Penguatan Sistem Kesehatan Untuk Mewujudkan Indonesia Sehat.








PENDAFTARAN DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN:








