Indikator

RPJMD

Indikator Kinerja Provinsi

  1. Usia harapan hidup
  2. Total Fertility Rate (Angka kelahitan total)
  3. Angka kematian ibu
  4. Angka kematian balita
  5. Prevalensi stunting
  6. Cakupan penerima pemeriksaan kesehatan gratis
  7. Cakupan imunisasi bayi lengkap
  8. Cakupan kepesertaan aktif jaminan kesehatan nasional (JKN)
  9. Angka keberhasilan pengobatan TB
  10. Persentase hipertensi dalam pengendalian
  11. Proporsi penduduk dengan aktivitas fisik cukup

Indikator Kinerja Kabupaten/Kota

  1. Usia harapan hidup
  2. Total Fertility Rate (Angka kelahitan total)
  3. Jumlah kematian ibu
  4. Jumlah kematian balita
  5. Prevalensi stunting
  6. Cakupan penerima pemeriksaan kesehatan gratis
  7. Cakupan imunisasi bayi lengkap
  8. Cakupan kepesertaan aktif jaminan kesehatan nasional (JKN)
  9. Angka keberhasilan pengobatan TB
  10. Persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
  11. Proporsi penduduk dengan aktivitas fisik cukup

RENSTRA

Indikator Kinerja Provinsi

  1. Prevalensi Depresi pada usia ≥ 15 tahun
  2. Kab/kota sanitasi lokal berbasis masyarakat
  3. Prevalensi Obesitas > 18 tahun
  4. Persentase kabupaten/kota dengan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar
  5. Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan
  6. Persentase Kab/Kota memenuhi syarat kualitas kesehatan lingkungan
  7. Persentase fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan nasional
  8. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan terakreditasi paripurna
  9. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan dengan perbekalan kesehatan sesuai standar
  10. Persentase lanjur usia yang mandiri
  11. Persentase merokok penduduk 10-21 tahun
  12. Cakupan penemuan kasus TB
  13. Kabupaten/Kota dengan eliminasi kusta
  14. Persentase kabupaten/kota yang memiliki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat desa/Kelurahan sesuai standar
  15. Rasio tenaga kesehatan dan tenaga medis terhadap populasi
  16. Persentase Puskesmas dengan SDMK sesuai standar
  17. Persentase RS pemerintah dengan dokter spesialis sesuai standar
  18. Proporsi kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB modern (proportion of demand satisfied by modern methods)
  19. Angka kelahiran menurut usia tertentu/Age Spesific Fertility rate (ASFR) 15-19 tahun
  20. Persentase KB Pasce persalinan (KBPP)
  21. Persentase pedagang besar farmasi (PBF) cabang yang mampu memelihara persyaratan perizinan
  22. Persentase rekomendasi hasil pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan dari lintas sektor yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah

Indikator Kinerja Kabupaten/Kota

  1. Prevalensi Depresi pada usia ≥ 15 tahun
  2. Persentase Desa/kelurahan sanitasi total berbasis masyarakat
  3. Prevalensi Obesitas > 18 tahun
  4. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar
  5. Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan
  6. Persentase tempat pengelolaan pangan memenuhi syarat
  7. Persentase fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam sistem informasi kesehatan nasional
  8. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan terakreditasi paripurna
  9. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan dengan perbekalan kesehatan sesuai standar
  10. Persentase lanjur usia yang mandiri
  11. Persentase merokok penduduk 10-21 tahun
  12. Cakupan penemuan kasus TB
  13. Rasio tenaga kesehatan dan tenaga medis terhadap populasi
  14. Persentase Puskesmas dengan SDMK sesuai standar
  15. Persentase RS pemerintah dengan dokter spesialis sesuai standar
  16. Proporsi kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB modern (proportion of demand satisfied by modern methods)
  17. Angka kelahiran menurut usia tertentu/Age Spesific Fertility rate (ASFR) 15-19 tahun
  18. Persentase KB Pasce persalinan (KBPP)
  19. Persentase penerbitan dan pemenuhan komitmen SPP-IRT sesuai standar
  20. Persentase pangan industri rumah tangga aman dan bermutu
  21. Persentase sarana IRTP yang memenuhi ketentuan
  22. Persentase apotek dan toko obat yang mampu memelihara persyaratan perizinan
  23. Persentase rekomendasi hasil pengawasan sediaan farmasi dan pangan olahan dari lintas sektor yang ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah

Kecamatan Kobalima

Profil Puskesmas Babulu

Puskesmas Babulu merupakan puskesmas non-rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2017, puskesmas ini berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah perbatasan dengan kondisi geografis yang menantang dengan akreditasi terakhir pada tingkat Madya.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari jejaring kolaborasi lintas daerah, Puskesmas Babulu menjadi sister Puskesmas Karangmojo 1 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Babulu mencakup 2 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 2.759 jiwa. Wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan akses transportasi yang terbatas dan kondisi geografis yang menantang. Faktor sosial dan budaya masyarakat turut memengaruhi pola hidup serta perilaku kesehatan, sehingga pendekatan pelayanan berbasis komunitas menjadi strategi utama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas ini.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Babulu memiliki 34 tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 dokter umum, 9 perawat, 11 bidan, dan 13 tenaga kesehatan lainnya, serta 9 tenaga non-kesehatan. 

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Babulu menempati bangunan milik sendiri dengan 8 ruangan pelayanan. Fasilitas penunjang yang tersedia meliputi laboratorium, farmasi/apotek, serta 2 unit ambulans yang digunakan untuk pelayanan rujukan dan kegiatan lapangan. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, namun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga kegiatan pelaporan dan pengelolaan data kesehatan masih dilakukan secara kombinasi antara manual dan digital.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas non-rawat inap, Puskesmas Babulu memberikan berbagai layanan utama meliputi rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Babulu belum berstatus BLUD dan masih menggunakan sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi, pelaporan, dan pelayanan peserta jaminan kesehatan, puskesmas menggunakan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Profil Puskesmas Namfalus

Puskesmas Namfalus merupakan puskesmas rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 1974, dengan akreditasi terakhir tingkat Madya.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari jejaring kerja sama lintas daerah, Puskesmas Namfalus menjadi sister Puskesmas Semin 1 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Namfalus mencakup 6 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 17.981 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong terpencil, dengan kondisi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi yang beragam. Faktor kontekstual tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi puskesmas dalam mengembangkan strategi pelayanan yang adaptif dan berbasis komunitas untuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Namfalus memiliki 70 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 26 perawat, 20 bidan, dan 14 tenaga kesehatan lainnya, serta 9 tenaga non-kesehatan. Dengan jumlah tenaga yang relatif banyak, puskesmas ini memiliki kapasitas yang cukup untuk menyelenggarakan pelayanan rawat jalan maupun rawat inap, meskipun masih menghadapi kendala terkait ketersediaan tenaga dengan kompetensi tertentu di bidang gizi dan kesehatan lingkungan.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas ini menempati bangunan milik sendiri dengan 22 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi laboratorium, farmasi/apotek, serta tiga unit ambulans yang mendukung layanan rujukan dan kegiatan lapangan. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, namun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga digitalisasi layanan dan pelaporan masih perlu diperkuat di masa mendatang.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas rawat inap, Puskesmas Namfalus menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan seperti rawat inap, rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Salah satu program unggulan puskesmas ini adalah “Gerai CKG”, yang berfokus pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara terpadu. 

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Namfalus belum berstatus BLUD dan masih mengacu pada sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas memanfaatkan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Puskesmas Weliman

Profil Puskesmas Weliman

Puskesmas Weliman merupakan puskesmas non-rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2007, puskesmas ini memiliki peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil dengan akreditasi terakhir pada tingkat Utama.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari upaya penguatan jejaring lintas daerah, Puskesmas Weliman menjadi sister Puskesmas Wonosari 2 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Weliman mencakup 14 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 23.211 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong terpencil, dengan tantangan utama berupa jarak antardesa yang cukup jauh dan keterbatasan akses transportasi. Meskipun demikian, puskesmas terus berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui strategi pelayanan luar gedung dan pendekatan berbasis masyarakat.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Weliman memiliki 49 tenaga kesehatan yang terdiri dari 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 14 perawat, 14 bidan, dan 11 tenaga kesehatan lainnya, serta 7 tenaga non-kesehatan. Komposisi tenaga yang cukup beragam ini memungkinkan puskesmas untuk menyelenggarakan berbagai program kesehatan, baik yang bersifat pelayanan klinis maupun kegiatan lapangan, dengan dukungan tim yang solid di tingkat puskesmas dan desa.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Weliman menempati bangunan hibah dengan 18 ruangan pelayanan. Fasilitas penunjang yang tersedia meliputi laboratorium, farmasi/apotek, serta 3 unit ambulans yang siap digunakan untuk rujukan maupun kegiatan penjangkauan masyarakat. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, dan akses internet beserta sistem informasi puskesmas telah optimal, sehingga pelaporan dan komunikasi data dapat berjalan lebih efisien.

Layanan Utama

Puskesmas Weliman menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan dasar, meliputi rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Puskesmas ini juga memiliki sejumlah program unggulan dan inovatif, antara lain:

  • Gerakan Cegah Stunting, untuk menurunkan prevalensi stunting melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif.
  • Posbindu PTM Inovatif, yang memperkuat deteksi dini dan pemantauan penyakit tidak menular di masyarakat.
  • Siaga Maternal Neonatal (SiMatneo), program kesiapsiagaan terhadap kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi.
  • Puskesmas Goes to School, sebagai upaya promotif-preventif yang menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini di lingkungan sekolah.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Weliman belum berstatus BLUD dan masih berada di bawah sistem pengelolaan keuangan daerah. Dalam mendukung administrasi dan pelaporan kegiatan, puskesmas menggunakan beberapa sistem informasi, antara lain SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal

Puskesmas Kaputu

Profil Puskesmas Kaputu

Puskesmas Kaputu merupakan puskesmas rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2016, puskesmas ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting di wilayah perbatasan dengan karakteristik geografis yang menantang. Status akreditasi terakhir tingkat Paripurna.

Sister Puskesmas

Puskesmas Kaputu menjadi sister Puskesmas Gedangsari 2 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Kaputu mencakup 9 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 9.790 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan akses transportasi yang terbatas dan jarak antar permukiman yang cukup jauh. Kondisi ini menjadi tantangan bagi petugas kesehatan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi pendorong untuk memperkuat strategi pelayanan berbasis masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Kaputu memiliki 52 tenaga kesehatan, terdiri dari 2 dokter umum, 29 perawat, 10 bidan, dan 11 tenaga kesehatan lainnya. 

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Kaputu menempati bangunan hibah dengan 24 ruangan pelayanan yang digunakan untuk kegiatan rawat jalan, rawat inap, serta program-program kesehatan masyarakat. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium, farmasi/apotek, dan 2 unit ambulans yang beroperasi untuk layanan gawat darurat dan rujukan. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, namun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga pelaporan berbasis digital belum berjalan optimal.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas rawat inap, Puskesmas Kaputu menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan seperti rawat inap, rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penyakit menular dan tidak menular (PTM). kesakitan, meskipun belum memiliki inovasi unggulan yang terdokumentasi secara khusus.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Kaputu belum berstatus BLUD dan masih mengacu pada sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas memanfaatkan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal

Puskesmas Besikama

Profil Puskesmas Besikama

Puskesmas Besikama merupakan puskesmas non rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2017, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Utama.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari jejaring peningkatan mutu layanan kesehatan lintas daerah, Puskesmas Besikama menjadi sister Puskesmas Nglipar 1 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Besikama mencakup 16 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 26.197 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong perdesaan, dengan sebaran penduduk yang luas dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beragam. Faktor kontekstual penting yang memengaruhi pelaksanaan layanan kesehatan di wilayah ini meliputi tantangan aksesibilitas antar desa, pola penyakit menular yang masih cukup tinggi, serta kebutuhan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif dan promotif.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia, Puskesmas Besikama memiliki 46 tenaga kesehatan, terdiri dari 2 dokter umum, 7 perawat, 14 bidan, dan 10 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 13 tenaga non-kesehatan. Komposisi SDM ini memungkinkan terselenggaranya berbagai layanan kesehatan dasar dan program masyarakat, meskipun distribusi tenaga di lapangan masih perlu penyesuaian agar lebih proporsional terhadap jumlah penduduk yang dilayani.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Besikama menempati bangunan milik sendiri dengan 26 ruangan pelayanan yang cukup memadai. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium, farmasi/apotek, serta tiga unit ambulans (satu di antaranya dalam kondisi rusak berat). Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, dan akses internet serta SIM Puskesmas sudah berjalan optimal, mendukung kelancaran pelaporan digital dan pelayanan berbasis sistem informasi kesehatan.

Layanan Utama

Jenis layanan yang diselenggarakan di Puskesmas Besikama mencakup rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM), dan UKS/UKM. 

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek tata kelola, Puskesmas Besikama belum berstatus BLUD dan masih menggunakan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung administrasi dan pelaporan program kesehatan, digunakan sistem informasi seperti P-Care BPJS dan SIMPUS Lokal, yang telah diintegrasikan secara optimal dengan sistem data kesehatan di tingkat kabupaten.

Kecamatan Laenmanen

Profil Puskesmas Uabau

Puskesmas Uabau merupakan puskesmas non rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2011, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Utama, yang mencerminkan komitmen dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu meskipun berada di wilayah sangat terpencil.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kesehatan lintas daerah, Puskesmas Uabau menjadi sister Puskesmas Semanu 2 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Uabau meliputi 5 desa dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 4.756 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sederhana dan infrastruktur dasar yang terbatas. Tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di wilayah ini adalah keterbatasan akses transportasi serta jarak tempuh antar desa yang cukup jauh, sehingga dibutuhkan pendekatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Uabau memiliki 54 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter umum, 21 perawat, 18 bidan, dan 14 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 8 tenaga non-kesehatan. 

Sarana dan Prasarana

Dari sisi fasilitas, Puskesmas Uabau menempati bangunan milik sendiri dengan 20 ruangan pelayanan. Fasilitas penunjang mencakup laboratorium, farmasi/apotek, dan dua unit ambulans yang digunakan untuk kegiatan lapangan dan rujukan. Listrik dan air tergolong stabil, meskipun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, yang menjadi kendala dalam pelaporan digital dan koordinasi data pelayanan kesehatan.

Layanan Utama

Puskesmas Uabau memberikan berbagai layanan kesehatan dasar meliputi rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Pelayanan difokuskan pada pendekatan promotif dan preventif, dengan kegiatan luar gedung seperti posyandu, kunjungan rumah, dan edukasi kesehatan masyarakat di desa-desa terpencil.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam hal tata kelola, Puskesmas Uabau belum berstatus BLUD dan masih menggunakan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi, pencatatan, dan pelaporan, digunakan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Profil Puskesmas Nurobo

Puskesmas Nurobo merupakan puskesmas non-rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 1997, puskesmas ini menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar di wilayah yang tergolong sangat terpencil. Puskesmas Nurobo mendapatkan akreditasi terakhir pada tingkat Paripurna.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari jejaring kerja sama lintas wilayah, Puskesmas Nurobo menjadi sister Puskesmas Gedangsari 2 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Nurobo mencakup 4 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 7.776 jiwa. Wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan akses transportasi yang terbatas dan kondisi topografi yang menantang. Faktor sosial budaya masyarakat setempat, termasuk pola hidup tradisional, turut memengaruhi perilaku kesehatan. Oleh karena itu, Puskesmas Nurobo menekankan pendekatan pelayanan berbasis masyarakat dan penguatan peran kader dalam setiap program kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Nurobo memiliki 59 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 23 perawat, 22 bidan, dan 12 tenaga kesehatan lainnya, serta 7 tenaga non-kesehatan.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Nurobo memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang pelayanan kesehatan, dengan ketersediaan listrik dan air yang stabil serta akses internet yang optimal. Puskesmas ini juga telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Puskesmas untuk memperkuat pencatatan dan pelaporan. Fasilitas seperti laboratorium, farmasi/apotek, dan ambulans mendukung pelaksanaan layanan dasar, meskipun kondisi geografis menuntut upaya ekstra dalam mobilisasi pelayanan ke wilayah terpencil.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas non-rawat inap, Puskesmas Nurobo menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan dasar, termasuk rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari aspek tata kelola, Puskesmas Nurobo belum berstatus BLUD dan masih berada di bawah sistem pengelolaan keuangan daerah. Dalam hal sistem informasi, puskesmas ini telah menggunakan SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal

Kecamatan Io Kufeu

Profil Puskesmas Tunabesi

Puskesmas Tunabesi merupakan puskesmas non rawat inap yang terletak di Kecamatan Io Kufeu. Berdiri sejak tahun 2007, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Utama.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan lintas daerah, Puskesmas Tunabesi menjadi sister Puskesmas Paliyan di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Secara geografis, Puskesmas Tunabesi melayani wilayah dengan karakteristik sangat terpencil, mencakup 3 desa dengan total 4.942 jiwa penduduk. Faktor sosial budaya menjadi konteks penting yang memengaruhi penyelenggaraan pelayanan kesehatan, baik dari segi akses masyarakat terhadap layanan maupun efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia kesehatan, Puskesmas Tunabesi memiliki total 44 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter umum, 15 perawat, 13 bidan, dan 15 tenaga kesehatan lainnya, serta 8 tenaga non-kesehatan.

Sarana dan Prasarana

Dari sisi sarana dan prasarana, Puskesmas Tunabesi menempati bangunan milik sendiri dengan 13 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung mencakup laboratorium, farmasi/apotek, serta 2 unit ambulans yang digunakan untuk mendukung kegiatan lapangan dan rujukan pasien. Namun, ketersediaan listrik dan air masih belum stabil, dan akses internet serta sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga menjadi tantangan dalam pengelolaan data dan pelaporan pelayanan kesehatan.

Layanan Utama

Puskesmas Tunabesi memberikan berbagai layanan utama meliputi rawat jalan, kesehatan ibu dan anak (KIA/KB), gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Salah satu program unggulan puskesmas ini adalah “Revolusi KIA”, yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah terpencil.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Tunabesi belum berstatus BLUD, sehingga masih menggunakan sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas telah memanfaatkan sistem informasi P-Care BPJS.

Profil Puskesmas Bani-Bani

Puskesmas Bani-Bani merupakan puskesmas non rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2018, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Madya, yang menunjukkan komitmen terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan dasar di wilayah terpencil.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari kerja sama lintas daerah dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Puskesmas Bani-Bani menjadi sister Puskesmas Patuk 2 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Bani-Bani mencakup 4 desa dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 4.484 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan akses transportasi yang terbatas serta kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bervariasi. Faktor kontekstual penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah ini meliputi keterbatasan infrastruktur dasar dan jarak antarpermukiman yang cukup jauh, yang berdampak pada upaya perluasan jangkauan layanan kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Bani-Bani memiliki 33 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 1 dokter umum, 12 perawat, 13 bidan, dan 7 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 10 tenaga non-kesehatan. 

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Bani-Bani menempati bangunan milik sendiri, dengan fasilitas pelayanan yang mencakup laboratorium, farmasi/apotek, serta dua unit ambulans untuk mendukung kegiatan lapangan dan rujukan. Namun demikian, ketersediaan listrik dan air masih belum stabil, serta akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, yang menjadi tantangan dalam optimalisasi sistem pelaporan dan digitalisasi layanan kesehatan.

Layanan Utama

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Bani-Bani meliputi berbagai jenis layanan, antara lain rawat jalan, kesehatan ibu dan anak (KIA/KB), gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM). 

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek tata kelola, Puskesmas Bani-Bani belum berstatus BLUD dan masih menggunakan sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas telah menggunakan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal, meskipun masih perlu penguatan dalam hal kapasitas digital dan infrastruktur teknologi informasi.

Kecamatan Rinhat

Profil Puskesmas Oemurak

Puskesmas Oemurak merupakan puskesmas non rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2011, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Paripurna, menunjukkan kualitas pelayanan yang telah memenuhi standar nasional.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari kerja sama lintas daerah dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Puskesmas Oemurak menjadi sister Puskesmas Karangmojo 2 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Oemurak mencakup 4 desa dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 2.750 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan tantangan akses dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang cukup beragam. Faktor kontekstual penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di wilayah ini mencakup aspek sosial budaya dan kondisi geografis yang memengaruhi keterjangkauan pelayanan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia, Puskesmas Oemurak memiliki 44 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 1 dokter umum, 19 perawat, 14 bidan, dan 10 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 8 tenaga non-kesehatan. Jumlah tenaga yang cukup memadai ini mendukung kelancaran pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sarana transportasi dan infrastruktur wilayah yang sulit dijangkau.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Oemurak menempati bangunan hibah dengan 15 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi laboratorium, apotek/farmasi, dan dua unit ambulans. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, namun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, yang menjadi tantangan dalam optimalisasi sistem pelaporan digital dan integrasi data kesehatan.

Layanan Utama

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Oemurak mencakup berbagai jenis layanan, antara lain rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), UKS/UKM, IGD, laboratorium, dan farmasi. 

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Oemurak belum berstatus BLUD dan masih menggunakan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Dalam mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas menggunakan beberapa sistem informasi, yaitu SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Profil Puskesmas Biudukfoho

Puskesmas Biudukfoho merupakan puskesmas rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Walaupun tahun berdirinya belum tercatat secara pasti, puskesmas ini telah lama menjadi pusat layanan kesehatan utama bagi masyarakat di wilayah terpencil. Akreditasi terakhir menunjukkan tingkat Madya, yang mencerminkan komitmen puskesmas terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari kerja sama lintas daerah dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Puskesmas Biudukfoho menjadi sister Puskesmas Rongkop di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Biudukfoho mencakup 9 desa dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 7.588 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan tantangan akses transportasi dan keterbatasan infrastruktur dasar. Faktor kontekstual penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di wilayah ini meliputi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih terbatas serta jarak antarwilayah yang cukup jauh.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia, Puskesmas Biudukfoho memiliki 41 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 2 dokter umum, 10 perawat, 15 bidan, dan 14 tenaga kesehatan lainnya, serta didukung oleh 10 tenaga non-kesehatan.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Biudukfoho menempati bangunan milik sendiri dengan 15 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi laboratorium, apotek/farmasi, dan 1 unit ambulans. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, namun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga perlu penguatan untuk mendukung pelaporan digital dan integrasi data pelayanan kesehatan.

Layanan Utama

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Biudukfoho mencakup berbagai jenis layanan, antara lain rawat inap, rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. 

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Biudukfoho belum berstatus BLUD dan masih menggunakan mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Dalam mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas menggunakan beberapa sistem informasi, yaitu SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Kecamatan Malaka Tengah

Profil Puskesmas Betun

Puskesmas Betun merupakan puskesmas non rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Paripurna, mencerminkan komitmen tinggi terhadap mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Sebagai pusat kegiatan kesehatan masyarakat di wilayah perdesaan yang luas, Puskesmas Betun memegang peran strategis dalam mendukung derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Malaka.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari inisiatif kerja sama lintas daerah, Puskesmas Betun menjadi sister Puskesmas Wonosari 1 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Betun mencakup 12 desa dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 34.959 jiwa. Secara umum, karakteristik wilayahnya tergolong perdesaan, dengan tantangan kontekstual yang meliputi aspek sosial dan budaya yang beragam. 

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Betun memiliki sumber daya manusia yang cukup besar dan beragam. Terdapat 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 40 perawat, 50 bidan, serta sejumlah tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, terdapat 11 tenaga non-kesehatan yang mendukung kegiatan administrasi dan operasional puskesmas. Dengan kapasitas tenaga yang cukup besar ini, Puskesmas Betun memiliki potensi yang kuat dalam menjangkau masyarakat luas dan memberikan pelayanan kesehatan komprehensif di berbagai lini.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Betun menempati bangunan milik sendiri dengan 26 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi laboratorium, apotek/farmasi, serta 3 unit ambulans yang berfungsi untuk kegiatan lapangan dan rujukan pasien. Meskipun listrik dan air tergolong stabil, akses internet dan sistem informasi masih terbatas, sehingga menjadi tantangan dalam penerapan sistem digital dan pelaporan daring secara optimal.

Layanan Utama

Puskesmas Betun memberikan layanan kesehatan dasar secara menyeluruh, meliputi rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Seluruh layanan dilaksanakan dengan pendekatan promotif dan preventif yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam hal manajemen, Puskesmas Betun belum berstatus BLUD dan masih menggunakan sistem keuangan daerah. Untuk mendukung pelaksanaan program dan pelaporan, puskesmas memanfaatkan beberapa sistem informasi, seperti SIKDA, P-Care BPJS, SIMPUS Lokal, dan Rekam Medis Elektronik (RME).

Profil Puskesmas Fahiluka

Puskesmas Fahiluka merupakan puskesmas non-rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2011, puskesmas ini berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil dengan kondisi geografis yang menantang dengan akreditasi terakhir pada tingkat Paripurna.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari jejaring kolaborasi lintas daerah, Puskesmas Fahiluka menjadi sister Puskesmas Wonosari 2 di Kabupaten Gunungkidul. 

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Fahiluka mencakup 5 desa dengan total penduduk yang dilayani sebanyak 9.668 jiwa. Wilayah ini tergolong terpencil, dengan karakteristik geografis yang beragam dan tantangan akses transportasi yang cukup tinggi. Faktor sosial dan ekonomi masyarakat turut memengaruhi perilaku kesehatan, sehingga puskesmas menerapkan pendekatan pelayanan berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai program kesehatan.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Fahiluka memiliki tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 12 perawat, 9 bidan, dan 10 tenaga kesehatan lainnya, serta 9 tenaga non-kesehatan. 

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Fahiluka menempati bangunan hasil hibah dengan jumlah ruangan yang memadai untuk menunjang berbagai jenis pelayanan kesehatan. Fasilitas penunjang yang tersedia meliputi laboratorium, farmasi/apotek, dan 2 unit ambulans yang digunakan untuk pelayanan rujukan maupun kegiatan luar gedung. Ketersediaan listrik dan air tergolong stabil, namun akses internet dan sistem informasi puskesmas masih terbatas, sehingga kegiatan pelaporan dan pengelolaan data dilakukan dengan kombinasi manual dan digital.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas non-rawat inap, Puskesmas Fahiluka memberikan berbagai layanan kesehatan dasar meliputi rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Salah satu program unggulan puskesmas ini adalah CKG (Cegah Kurang Gizi), yang berfokus pada pencegahan masalah gizi melalui edukasi, pemantauan status gizi balita, dan peningkatan akses pangan bergizi di tingkat rumah tangga.

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Fahiluka belum berstatus BLUD dan masih menggunakan sistem pengelolaan keuangan daerah. Dalam mendukung administrasi dan pelayanan kesehatan, puskesmas ini menggunakan beberapa sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal.

Kecamatan Malaka Timur

Profil Puskesmas Alkani

Puskesmas Alkani merupakan puskesmas non rawat inap yang terletak di Kecamatan Malaka Timur. Berdiri sejak tahun 2017, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Dasar

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan lintas daerah, Puskesmas Alkani menjadi sister Puskesmas Ponjong 2 di Kabupaten Gunungkidul

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Secara geografis, Puskesmas Alkani melayani wilayah dengan karakteristik sangat terpencil, mencakup 4 desa dengan total 6.326 jiwa penduduk. Kondisi sosial budaya dan keterbatasan infrastruktur menjadi faktor kontekstual penting yang memengaruhi penyelenggaraan pelayanan kesehatan, baik dari segi akses masyarakat maupun efektivitas pelaksanaan program.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Dalam hal sumber daya manusia kesehatan, Puskesmas Alkani memiliki 60 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 12 perawat, 24 bidan, dan 22 tenaga kesehatan lainnya, serta 5 tenaga non-kesehatan. 

Sarana dan Prasarana

Dari sisi sarana dan prasarana, puskesmas menempati bangunan milik sendiri dengan 11 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung mencakup laboratorium, farmasi/apotek, serta dua unit ambulans yang digunakan untuk mendukung kegiatan lapangan dan rujukan. Namun, ketersediaan listrik dan air masih belum stabil, dan akses internet serta sistem informasi manajemen puskesmas masih terbatas, yang menjadi tantangan dalam optimalisasi sistem digital pelayanan kesehatan.

Layanan Utama

Puskesmas Alkani memberikan berbagai layanan utama meliputi rawat jalan, kesehatan ibu dan anak (KIA/KB), gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Alkani belum berstatus BLUD sehingga masih menggunakan sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung kegiatan administrasi dan pelaporan, digunakan beberapa sistem informasi, antara lain SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal. 

Profil Puskesmas Seon

Puskesmas Seon merupakan puskesmas non rawat inap yang terletak di Kecamatan Malaka Timur. Berdiri sejak tahun 2021, puskesmas ini memiliki akreditasi terakhir dengan tingkat Utama,

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari upaya penguatan jejaring pelayanan kesehatan lintas daerah, Puskesmas Seon menjadi sister Puskesmas Nglipar 2 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Secara geografis, wilayah kerja Puskesmas Seon tergolong sangat terpencil, mencakup 6 desa dengan total 11.422 jiwa penduduk. Kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan akses transportasi menjadi faktor penting yang memengaruhi penyelenggaraan layanan kesehatan. 

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Seon memiliki total 44 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter umum, 11 perawat, 17 bidan, dan 15 tenaga kesehatan lainnya, serta 3 tenaga non-kesehatan. Ketiadaan dokter gigi menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan komprehensif, namun tim kesehatan tetap berupaya memastikan pelayanan dasar dapat diakses secara merata di seluruh wilayah kerja.

Sarana dan Prasarana

Dari sisi sarana dan prasarana, Puskesmas Seon menempati bangunan milik sendiri dengan 20 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung seperti laboratorium dan farmasi/apotek tersedia dan berfungsi dengan baik. Puskesmas memiliki 1 unit ambulans, meskipun dalam kondisi rusak berat. Ketersediaan listrik dan air yang stabil serta akses internet dan SIM Puskesmas yang optimal menjadi keunggulan yang mendukung pelaksanaan pelayanan dan pelaporan berbasis sistem informasi kesehatan.

Layanan Utama

Puskesmas Seon memberikan layanan utama meliputi rawat jalan, kesehatan ibu dan anak (KIA/KB), gizi, imunisasi, penanggulangan penyakit menular dan tidak menular (PTM), serta UKS/UKM. Seluruh layanan dijalankan dengan pendekatan promotif dan preventif, berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.

Manajemen dan Tata Kelola

Dalam aspek manajemen dan tata kelola, Puskesmas Seon belum berstatus BLUD dan masih berada di bawah sistem pengelolaan keuangan daerah. Untuk mendukung administrasi dan pelaporan kegiatan, puskesmas menggunakan sistem informasi P-Care BPJS dan SIMPUS Lokal.

Profil Puskesmas Tafuli

Puskesmas Tafuli merupakan puskesmas non-rawat inap yang berlokasi di Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka. Berdiri sejak tahun 2012, puskesmas ini berperan penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah sangat terpencil dengan akreditasi terakhir pada tingkat Madya.

Sister Puskesmas

Sebagai bagian dari jejaring kerja sama lintas daerah, Puskesmas Tafuli menjadi sister Puskesmas Semin 2 di Kabupaten Gunungkidul.

 

Kondisi Wilayah dan Demografi

Wilayah kerja Puskesmas Tafuli mencakup 3 desa dengan total penduduk yang dilayani sekitar 3.000 jiwa. Secara geografis, wilayah ini tergolong sangat terpencil, dengan akses transportasi yang sulit dan sarana komunikasi yang terbatas. Kondisi ini menuntut strategi pelayanan kesehatan yang adaptif dan berorientasi pada pendekatan jemput bola agar seluruh lapisan masyarakat tetap memperoleh layanan yang memadai.

Sumber Daya Manusia Kesehatan

Puskesmas Tafuli memiliki total 18 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter umum, 7 perawat, 3 bidan, dan 7 tenaga kesehatan lainnya.

Sarana dan Prasarana

Puskesmas Tafuli menempati bangunan milik sendiri dengan 20 ruangan pelayanan. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium, farmasi/apotek, serta 2 unit ambulans yang digunakan untuk kegiatan rujukan dan penjangkauan ke desa. Namun, ketersediaan listrik dan air masih belum stabil, dan akses internet maupun SIM puskesmas tidak tersedia, sehingga pelaporan dan komunikasi daring sering mengalami kendala.

Layanan Utama

Sebagai puskesmas non-rawat inap, Puskesmas Tafuli menyelenggarakan layanan rawat jalan, KIA/KB, gizi, imunisasi, penyakit menular, dan penyakit tidak menular (PTM). Salah satu program inovatif yang dikembangkan adalah “Program Jempol (Jemput Orang Hamil)”, yaitu inisiatif berbasis masyarakat untuk memastikan ibu hamil di wilayah terpencil dapat dijangkau dan memperoleh pemeriksaan kehamilan secara rutin. 

Manajemen dan Tata Kelola

Dari sisi tata kelola, Puskesmas Tafuli belum berstatus BLUD dan masih menggunakan sistem pengelolaan keuangan daerah. Dalam pelaksanaan kegiatan administrasi dan pelaporan, puskesmas memanfaatkan sistem informasi seperti SIKDA, P-Care BPJS, dan SIMPUS Lokal