Modul 2A-2. Analisis Kebijakan

 

Modul 2A-2. Analisis Kebijakan. 29 November - 2 Desember 2012

Tugas paling lambat dikirim tanggal 2 Desember 2012, jam 24.00

 Deskripsi

Modul ini berfokus pada pemahaman analisis kebijakan dan penelitian kebijakan. Pemahaman ini penting karena memang sering ada pertanyaan apakah analisis kebijakan membutuhkan penelitian dimana ada pengumpulan data primer dan menggunakan metode-metode tertentu. Dalam hal ini memang jawabannya bisa ya bisa tidak. Analisis kebijakan dapat menggunakan berbagai sumber misalnya dokumen-dokumen kebijakan, data statistik, yang tentunya harus terpercaya. Oleh karena itu para peserta diharapkan memahami analisis kebijakan dengan membaca berbagai literature secara teliti.

 

 Tujuan pembelajaran Modul

  1. Memahami arti analisis kebijakan dan hubungannya dengan penelitian kebijakan
  2. Menggunakan pemahaman analisis kebijakan kesehatan untuk menyusun proposal (khususnya pada Bab 4.2. Perumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis/pertanyaan penelitian)

 

ismod Isi Modul

Anda diharapkan membaca buku William Dunn dan artikel dari Gill Walt dkk (ada dalam pustaka). Di dalam buku Dunn banyak dibahas analisis kebijakan. Silahkan anda baca. Kemudian, harap anda perhatikan statemen dari Walt dkk:

In this paper we argue that the field of health policy analysis would be advanced if researchers approached it more systematically, developing clear and testable propositions about the issue they are studying, within explicit frameworks.

Dalam kalimat di atas, orang yang melakukan analisis kebijakan kesehatan sudah disebut sebagai peneliti. Mereka diharapkan melakukan analisis kebijkaan secara lebih sistematis, mengembangkan proposisi yang jelas dan dapat dites, dengan kerangka yang jelas. Untuk itu para pembaca diharapkan memahami mengenai kerangka dasar analisis kebijakan yang disampaikan oleh Walt dkksebagai berikut:

There are a number of widely used frameworks and theories of the public policy process.1 We discuss some of the more enduring examples; those which have been utilized most in the published public policy literature (Gilson and Raphaely 2007).Frameworks organize inquiry by identifying elements and relationships among elements that need to be considered for theory generation (Ostrom 2007). They do not, of themselves, explain or predict behaviour and outcomes (Schlager 2007).

The best known public policy framework is the stages heuristic (Lasswell 1956; Brewer and deLeon 1983). It divides the public policy process into four stages:

  1. agenda setting,
  2. formulation,
  3. implementation, and
  4. evaluation.

Catatan:

William Dunn menyebutkannya dalam lima langkah: (1) penyusunan agenda, formulasi kebijakan, adopsi kebijakan, pelaksanaan kebijakan, dan penilaian kebijakan.

Petikan dari Walt dkk:

Agenda setting is the issue sorting stage during which a small number of the many problems societies face rise to the attention of decision-makers. In the formulation stage, legislatures and other decision- making bodies design and enact policies. In the implementation stage, governments carry out these policies, and in the evaluation stage impact is assessed.

Analysts have criticized the stages heuristic for presuming a linearity to the public policy process that does not exist in reality, for postulating neat demarcations between stages that are blurred in practice, and for offering no propositions on causality (Sabatier 2007). Nevertheless, the heuristic offers a useful and simple way of thinking about the entire public policy process, and helps researchers situate their research within a wider framework.

Walt and Gilson (1994) developed a policy analysis frame- work specifically for health, although its relevance extends beyond this sector. They noted that health policy research focused largely on the content of policy, neglecting actors, context and processes. Their policy triangle framework is grounded in a political economy perspective, and considers how all four of these elements interact to shape policy-making. The framework has influenced health policy research in a diverse array of countries, and has been used to analyse a large number of health issues, including mental health, health sector reform, tuberculosis, reproductive health and antenatal syphilis control (Gilson and Raphaely 2007).

Dengan kerangka tersebut maka analisis kebijakan selalu berfokus pada sebuah kebijakan yang mempunyai proses. Dunn di Bab 3, menyatakan bahwa analisis kebijakan mencakup sebuah prosedur yang meliputi:

  • Pemantauan yang memungkinkan kita untuk menghasilkan informasi tentang sebab-sebab masalah lalu dan akibat dari kebijakan;
  • Peramalan yang memungkinkan kita untuk menghasilkan informasi tentang konsekuensi yang akan datang dari kebijakan;
  • Evaluasi yang mencakup produksi informasi tentang kegunaan dari kebijakan di masa lalu dan masa mendatang;
  • Rekomendasi yang memungkinkan untuk menghasilkan informasi tentang kemungkinan bahwa serangkaian tindakan yang akan datang akan mendatangkan akibat-akibat yang bernilai.

Disamping itu ada Perumusan Masalah adalah fase di dalam proses pengkajian di mana si analis yang dihadapkan pada informasi mengenai konsekuensi beberapa kebijakan mengalami suatu "situasi yang menyulitkan, membingungkan, dimana kesulitan memang tersebar ke seluruh situasi, yang kesemuanya membentuk suatu keutuhan kesatuan masalah".

Secara diagram Dunn menyusun proses analisis kebijakan secara menarik (Baca lebih lanjut di halaman 112).

gb2a2

 

Dengan mengacu pada pemahaman Dunn, harap anda pahami proses analisis kebijakan ini untuk masukan saat anda merumuskan masalah penelitian kebijakan anda. Disamping itu dalam hal analisis kebijakan, perlu dipahami mengenai:

  1. Analisis tentang kebijakan (analysis of policy),
  2. Analisis untuk kebijakan (analysis for policy).

Silahkan anda baca kedua analisis dari buku William Dunn dan Kent Buse dkk.

 

 Bahan belajar

Buse K, Mays N, Walt G. Making Health Policy. Understanding Public Health. Open University. 2010

Dunn, William. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Edisi kedua. Terjemahan. Public Policy Analysis: An Introduction 2nd Ed. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2003.

Gilson Lucy. Health Policy and Systems Research: A Methodology Reader. WHO. 2012.

Walt G, Shiffman J, Schneider H, Murray SF, Brugha R, and Gilson L.'Doing' health policy analysis: methodological and conceptual reflections and challenges. Health Policy and Planning 2008;23:308–317  

 

 Kegiatan pembelajaran

Harap anda mulai mengisi form proposal dan kemudian cermati kembali penulisan anda pada bagian 4.1. (latar Belakang) dan bagian 4.2. (Perumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis/pertanyaan penelitian) di form proposal anda:

  1. Kebijakan apa yang akan anda teliti? Apakah di level makro, meso, atau mikro.
  2. Apa kerangka analisis kebijakan yang akan anda pergunakan? Apakaha anda akan menggunakan segitiga kebijakan atau kerangka lainnya.
  3. Apakah anda sudah siap untuk melakukan prosedur analisis kebijakan dengan menggunakan pendekatan Dunn? Jika sudah siap apakah dapat anda masukkan ke Latar Belakang dan Perumusan Masalah?
  4. Apakah penelitian anda merupakan analysis of policy, ataukah analysis for policy, atau kombinasi keduanya.

Sambil menjawab, harap anda kembangkan Latar Belakang dan Perumusan Masalah. Jawaban dikirim ke pengelola dengan cara:

File ditulis dalam word dan diberi kode: XYYYM2A-2.doc

Keterangan:

X      = nomor fasilitator anda.
YYY  = kode nama peserta
M2A-2 = Modul 2A-2

 

 Kirim tugas ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Jangan lupa memberi cc ke email setiap fasilitator yang telah ditunjuk untuk anda.

Tugas paling lambat dikirim tanggal 2 Desember 2012, jam 24.00

 

 

Pelatihan jarak jauh

banneridrc

Program Pengembangan Metode Penelitian
Kebijakan dan Pelaksanaannya

 

Dengan Fokus Pada Topic Pemerataan Pelayanan Kesehatan

Diselenggarakan oleh:
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan
Fakultas Kedokteran UGM
Bekerjasama dengan IDRC Canada

modul3

modul4b

 

 


 

 

2.A.1 Pengenalan Riset Kebijakan dan Sistem Kesehatan (HPSR)

 

2.A.1 Pengenalan Riset Kebijakan dan Sistem Kesehatan (HPSR).

Tugas paling lambat dikirim tanggal 28 November 2012, jam 24.00

  Karakteristik HSPR

Karakteristik utama HPSR adalah berorientasi pada masalah atau pertanyaan (problem/question driven), bukan pada metode ataupun bidang tertentu. Dengan demikian langkah pertama menuju riset yang berkualitas dalam konteks HPSR adalah memperjelas tujuan riset, apa yang akan dicapai oleh riset dan mengidentifikasi dan mengembangkan pertanyaan penelitian yang relevan dan memiliki perspektif yang jelas. Selanjutnya peneliti perlu memahami strategi riset yang tepat untuk pertanyaan yang akan dikaji. Strategi riset dalam hal ini bukan semata disain ataupun metode, namun merupakan keseluruhan pendekatan dalam melaksanakan penelitian.

Dengan demikian, seni disain penelitian dalam HPSR adalah bagaimana mentransformasikan pertanyaan penelitian terkait sistem dan kebijakan kesehatan menjadi proyek yang valid, dapat dilaksanakan (feasible) dan bermanfaat. Strategi-strategi riset yang akan diuraikan di sub modul 2.C tidak mewakili keseluruhan strategi riset dalam HPSR, namun dipilih untuk menggambarkan spektrum HPSR dan meliputi baik strategi yang sudah mapan maupun masih berkembang. Selain karakteristik utama di atas, HPSR:

  • Meliputi riset yang berfokus baik pada upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif ataupun rehabilitatif
  • Meliputi isu-isu pada tataran global, nasional maupun lokal
  • Meliputi riset tentang ataupun untuk kebijakan

Konsep HPSR memadukan antara kebijakan dan sistem kesehatan dalam satu bidang riset. Keterpaduan tersebut diperlukan mengingat dua area ini saling terkait, antara lain dalam hal:

  • Kebijakan kesehatan dapat memperkuat ataupun memperlemah sistem kesehatan
  • Pemahaman dimensi politik perubahan kebijakan kesehatan, pelaku dan proses pengembangan dan implementasi kebijakan, akan dapat meningkatkan    pemahaman akan bagaimana mempengaruhi kebijakan dan memperkuat sistem kesehatan
  • Fokus pada implementasi kebijakan kesehatan memperkuat pemahaman dinamika organisasi dalam sistem kesehatan

Elemen-elemen utama HPSR meliputi:

  • Sistem kesehatan
  • Kebijakan kesehatan
  • Pengembangan atau penguatan sistem kesehatan
  • Analisis kebijakan kesehatan

Isu-isu seputar elemen-elemen tersebut dapat dipahami dengan menggunakan berbagai definisi dan kerangka konsep yang dapat membantu dalam mengembangkan pertanyaan penelitian yang relevan dengan perspektif yang tepat. Suatu kerangka konsep akan membantu peneliti berbagai elemen, karakteristitik dan dimenis sistem kesehatan, dalam rangka mengidentifikasi berbagai keterkaitan dalam sistem kesehatan yang perlu dicermati dalam upaya penguatan sistem.

Kebijakan kesehatan yang baru dirumuskan mencerminkan upaya untuk memperkenalkan perubahan dalam sistem kesehatan secara sengaja dengan tujuan tertentu. Gagasan dan kosep terakit kebijakan tersebut dan analisis kebijakan merupakan bagian penting dari HPSR. Peneliti perlu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi dampak kebijakan untuk dapat memperkuat implementasi kebijakan. Dengan memahami esensi kebijakan dan proses perubahan kebijakan, peneliti mendapatkan gambaran bagaimana pelaku sistem kesehatan (dan hubungan kekuasaan dan kepercayaan di antara mereka) mempengaruhi kinerja sistem kesehatan.

 

 Tujuan pembelajaran Modul 2.a.1

  • Memahami karakteristik utama HPSR
  • Memahami keterkaitan antara kebijakan dan sistem kesehatan dalam HPSR
  • Mengidentifikasi elemen-elemen utama HPSR

 

 Bahan belajar

Sheikh K, Gilson L, Agyepong IA, Hanson K, Ssengooba F, et al. (2011) Building the Field of HealthPolicy and Systems Research: Framing the Questions. PLoS Med 8(8): e1001073. doi:10.1371/journal.pmed.1001073

(Click to download)

Modul 2 Metode Riset untuk Kebijakan

Modul ini secara umum membahas berbagai metode riset untuk kebijakan. Dengan mempelajari Modul 2 peserta akan diperkenalkan pada riset kebijakan dan sistem kesehatan (HSPR), langkah-langkah dalam melakukan riset kebijakan dan sistem kesehatan, serta pengenalan terhadap berbagai metode riset untuk kebijakan dan sistem kesehatan. Dengan mengikuti Modul 2, para peserta akan menghasilkan proposal riset kebijakan dan sistem kesehatan sebagai tugas akhir. Proposal ini akan diseleksi, dan peserta yang proposalnya terpilih akan diundang untuk presentasi proposal dan mengikuti proses pengembangan lebih lanjut (tatapmuka) selama 2 hari pada Pertengahan November

Modul 2 terdiri dari tiga bagian besar yaitu:

Modul 2A : Pengenalan terhadap riset kebijakan dan system kesehatan (HSPR)

2.A.1 Karakteristik riset kebijakan dan sistem kesehatan: 26 - 28 November
2.A.2 Analisis Kebijakan Kesehatan: 29 November  - 2 Desember
2.A.3 Batasan riset kebijakan dan sistem kesehatan : 3 - 5 Desember
2.A.4 Memahami konteks sosial-politik sistem kesehatan: 6 - 9  Desember

Modul 2B : Langkah-langkah melakukan riset kebijakan dan sistem kesehatan

2.B.1 Identifikasi fokus penelitian dan pertanyaan penelitian: 10 – 12 Desember 2012 
2.B.2 Rancangan penelitian: 13 – 15 Desember 2012 
2.B.3 Memastikan kualitas dan kebakuan penelitian: 16 – 19 Desember 2012
2.B.4 Penerapan prinsip-prinsip etika penelitian: 20 – 22 Desember 2012

Modul 2C : Berbagai strategi riset : 23 – 25 Desember 2012

Batas akhir pengumpulan Proposal:  25 Desember 2012

Form Proposal downloadd thumb_medium80_

Masa seleksi : Satu Minggu hingga 3 Januari 2013

Pengumuman : 6 Januari 2013

2.A. Introduction to health policy and system research (HPSR): The Boundaries

2.A. Introduction to health policy and system research (HPSR): The Boundaries

 Deskripsi

Modul ini berfokus pada berbagai aspek, isu pokok atau area yang melingkupi riset kebijakan dan sistem kesehatan. Sebagai bidang "kajian" yang terbilang baru dan masih terus berkembang, tidaklah mudah untuk dengan tajam menetapkan lingkup "HPSR" dan membedakannya dengan area riset kesehatan pada umumnya. Empat elemen penting yang telah dipaparkan pada modul sebelumnya,-seperti sistem kesehatan dan perkembangannya, kebijakan kesehatan dan analisis kebijakan- menjadi dasar dari topik bahasan modul ini. Aspek dan isu pokok yang relevan dengan HPSR berada pada area dan lingkup yang luas, termasuk keterlibatan aktor-aktor pada tingkat lokal, nasional, bahkan global.

Bagaimanapun, riset kebijakan dan sistem kesehatan memiliki ruang lingkup yang "samar", beririsan, saling membaur dan tumpang tindih dengan riset pelayanan kesehatan dan riset operasional lainnya, serta ada banyak area abu-abu di antara riset jenis ini dengan aspek manajemen dan riset disiplin ilmu lainnya.

 Tujuan pembelajaran Modul 2a.

Mempelajari ruang lingkup riset kebijakan dan sistem kesehatan menjadi sangat penting untuk:

  1. Mengetahui bagaimana berbagai aspek dan faktor lingkungan (internal & eksternal), - secara langsung atau pun tidak-, mempengaruhi proses penetapan & pelaksanaan kebijakan dan sistem kesehatan serta kemudian mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki implementasi kebijakan serta fungsi-fungsi sistem kesehatan.
  2. Membantu para peserta untuk menyusun latar belakang dengan lebih baik lagi.

 

ismod Isi Modul

"Achieving greater equity in health is a goal in itself, and achieving the various specific global health and development targets without ensuring equitable distribution across and within populations is of limited value (Blas and Sivasankara Kurup, 2010)."

Pernyataan tersebut menjadi penting untuk menekankan bahwa pencapaian target pembangunan kesehatan tanpa pemerataan merupakan pengurangan nilai dan kebermanfaatan dari pembangunan kesehatan itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri, statistika nasional terkadang belum terpaparkan secara transparan, antara lain untuk menutupi disparitas dan kesenjangan yang terlalu besar. Upaya untuk mengurangi disparitas memang membutuhkan penyelesaian dengan pendekatan yang luas, dengan menyertakan bahasan faktor-faktor penentu sosial untuk mengurangi ketidakadilan dalam kinerja program dan dampak kesehatan melalui kerja nyata lintas sektor, partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kata lain, diperlukan wawasan yang cukup perihal faktor-faktor atau lingkungan yang mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat dalam suatu wilayah.

Untuk menganalisis isu yang terkait dengan determinan sosial dan pemerataan dalam program kesehatan masyarakat, Badan Kesehatan Internasional (WHO) telah menyusun dan mengembangkan lima tingkat kerangka kerja. Lima tingkat kerangka kerja tersebut menganalisis: "socioeconomic context and position, differential exposure, differential vulnerability, differential health and outcomes, differential consequences (Blas and Sivasankara Kurup, 2010). Kerangka analisis tersebut dapat menjadi acuan bagi seorang peneliti dalam melakukan studi terkait ruang lingkup kebijakan kesehatan yang tidak lepas dari sistem kesehatan itu sendiri. Sistem kesehatan merupakan sistem yang kompleks, terbentuk dari sekian faktor seperti aspek sosial, politik, SDM, dan seterusnya.

"Pelembagaan" atau institusionalisasi sektor kesehatan berada pada sebuah sistem terbuka yang disebut sistem kesehatan. Oleh karena itu, sistem kesehatan tidak berdiri sendiri dalam menjalankan perannya. Dukungan dari lingkungannya, seperti lembaga legislatif, masyarakat, atau organisasi pemerintah pada sektor lainnya sangat diperlukan, termasuk pula konteks sosial, budaya, politik dsb.

Kebijakan kesehatan merujuk pada keputusan, rencana, dan tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan target pelayanan kesehatan yang spesifik. Sebuah kebijakan yang jelas dapat mendefinisikan sebuah visi untuk masa depan untuk mewujudkan pencapaian dan tujuan jangka pendek dan menengah. Kebijakan kesehatan yang jelas pun memberikan arah pandang dan garis besar atas prioritas dan peran yang diharapkan dari berbagai kelompok; selain membangun konsensus serta memberikan kejelasan "informasi" bagi masyarakat (WHO)

Penelitian kebijakan dan sistem kesehatan semakin berkembang, antara lain karena adanya dorongan untuk meningkatkan proses alokasi sumberdaya kesehatan untuk peningkatkan kualitas dan pemerataan akses pelayanan kesehatan. (Hanney, Stephen R et al, 2002). Juga ada tekanan internasional terhadap tata kelola dan penguatan sistem kesehatan untuk meningkatkan akuntabilitas, partisipasi dan tranparansi. Secara subtantif, pelaksanaan riset kebijakan dan sistem kesehatan memiliki sasaran utama untuk meningkatkan demokratisasi dalam pembangunan kesehatan

Dengan demikian, mempelajari ruang lingkup riset kebijakan dan sistem kesehatan menjadi sangat penting untuk mengetahui bagaimana berbagai aspek dan lingkungan (internal dan eksternal), -secara langsung atau pun tidak-, mempengaruhi proses penetapan & pelaksanaan kebijakan dan sistem kesehatan serta kemudian mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki implementasi kebijakan serta fungsi-fungsi sistem kesehatan.

f1.1

f1.2

GAMBAr

Health System responds to a population's needs and expectations by:

  1. Improving the health status of individuals, families and communities
  2. Defending the population against what threatens its health
  3. Protecting people against the financial consequences of ill-health
  4. Providing equitable access to people-centered care
  5. Making it possible for people to participate in decisions affecting their health and health system

 

 Gambar

Health system memberikan kerangka yang lebih menyeluruh dan komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai konteks dalam lingkungan sistem kesehatan dan menelusuri hubungan serta kerterkaitan antar building block dalam sistem kesehatan. Adapun Health Policy & System Research mempertimbangkan faktor-faktor pada tingkat sistem dan relasi antar building block dalam mempengaruhi berbagai komponen, konteks, kontent dan aktor kebijakan kesehatan secara sistemik

HPSR memfokuskan analisisnya pada kondisi kesehatan, pelayanan dan program kesehatan khusus untuk melihat pengaruh sistem kesehatan dan konteks kebijakan yang memiliki pengaruh kritis terhadap berbagai intervensi atau opsi kebijakan yang berkelanjutan. (Travis et all, 2004). Karenanya HPSR mengarah pada keseluruhan building block dari sistem kesehatan dan tidak hanya terfokus pada pelayanannya saja. Oleh karena itu, dapatlah dikatakan bahwa fokus analisis HPSR mengacu pada faktor-faktor dalam sistem yang mempengaruhi kinerja kesehatan

f14

The Fuzzy Boundaries

Ada beragam terminologi yang lazim digunakan untuk menjelaskan pengertian riset di bidang kesehatan. Istilah yang lebih dahulu dan populer dipakai adalah Health Service Research atau riset pelayanan kesehatan. Riset ini memiliki starting point "service delivery function of health syearch stem", sehingga berangkat pada masalah atau area berlangsungnya fungsi pelayanan kesehatan, misalnya hubungan antara pasien dengan pemberi layanan kesehatan. Sementara HPSR mencakup lebih luas, memulai dari salah satu building block dan memberikan perhatian khusus pada policy process juga berbagai pengaruh lingkungan bahkan hingga ke tingkat global

HPSR diperkenalkan oleh Alliance for Health Policy System Research, dan alih-alih mencoba menetapkan sebuah batasan tegas dan tajam tentang HPSR, aliansi ini menetapkan adalah lebih baik untuk memandang lingkup HPSR sebagai area yang beririsan, saling membaur dan tumpang tindih, karena sejatinya HPSR mengambil pendekatan yang lebih luas dibandingkan riset yang lebih "kaku" dan "konvensional". HPSR analysis akan mengarah pada tatakelola dan kepemerintahan dalam sistem kesehatan serta fokus pada pemahaman untuk mengetahui bagaimana munculnya perubahan, sehingga pertanyaan dalam sebuah analisis atau studi HPSR akan lebih mengarah pada : "What Actually happens and why", rather than "Why is there an implementation gap". Sudut pandang HPSR akan melihat sebuah fenomena dan peristiwa dari sisi organisasi, sosial, proses politik yang lebih kaya dibanding memotretnya sebagai sebuah proses yang terkontrol dan nyaris bersifat mekanik. Pada intinya studi HPSR mengarah pada Health Policy dan Health system.

The Scope of HPSR analysis:
The scope of HPSR covers work implemented across the various elements and dimensions of the health systems. An HPSR study may involve considering one or more the following aspects :

  1. the wider arena in which policy is made (macro level analysis);
  2. the processes and institutional arrangements within which policy change is developed and implemented (meso level analysis)
  3. the impact of specific people on policy change and its impacts (micro level analysis) – the balance of structure (institutional influences) and agency (autonomy) that shapes such actions (Hudson & Lowe, 2004).

Tujuan HPSR

  • What health system and how they operate
  • What needs to be done to strengthened health system to improve performance in from health gain and other social
  • how to influence policy agendas to embrace actions to strengthened Health system
  • how to develop and implement such actions in ways that enhance their chance of achieving performance gains

Suggested topics for health system research

Financial and human resources:

• Community-based financing and national health insurance
• Human resources for health at the district level and below
• Human resources for health at the national level 

Organization and delivery of health services:

• Community involvement
• Equitable, effective, and efficient health care
• Approaches to the organization of health services
• Drug and diagnostic policies

Governance, stewardship, and knowledge management

• Governance and accountability
• Health information systems
• Priority-setting and evidence-informed policy-making
• Effective approaches for inter-sectoral engagement in health

Global influences:

• Effects of global initiatives and policies (including trade, donors, and international agencies) on health system
• Basic scientific research on new pharmaceutical products or medical technologies;
• Assessing the clinical efficacy and effectiveness of particular treatments or technologies;
• The measurement of population health profiles and patterns

Topik yang bisa ditujukan dengan studi sistem kesehatan

Topics addresses by existing empirical HPSR studies

  • Describing and assessing particular system building blocks (such as decentralization; health financing);
  • Describing particular experiences of policy change in particular settings;
  • Explaining how multinational corporation influence transnational and national policies (for example tobacco companies);
  • Explaining the influence over aspects of particular policy actors’ decision-making (such as health-seeking behavior studies; health worker motivation studies);
  • Assessing whether new interventions generate performance gains, and of what level (conditional grant assessments), as well as the cost-effectiveness of alternativeness of alternative interventions;
  • Understanding stakeholder power and positions around specific new policies or actions, and assessing the likely implications for the acceptability of new policies or interventions;
  • Understanding particular experiences of policy implementation, or explaining variations between settings in the experience of implementing a particular policy;
  • Explaining overall health system performance impacts and their variation across health systems (for example cross-national analysis of catastrophic health expenditure levels)





 

Box 2: Topics addreses by existing empirical HPSR studies

HPSR has been undertaken to investigate a wide range of health policy and system issues, such as:

  • Describing and assessing particular system building blocks (such as decentralization; health financing);
  • Describing particular experiences of policy change in particular settings;
  • Explaining how multinational corporation influence transnational and national policies (for example tobacco companies);
  • Explaining the influence over aspects of particular policy actors’ decision-making (such as health-seeking behavior studies; health worker motivation studies);
  • Assessing whether new interventions generate performance gains, and of what level (conditional grant assessments), as well as the cost-effectiveness of alternativeness of alternative interventions;
  • Understanding stakeholder power and positions around specific new policies or actions, and assessing the likely implications for the acceptability of new policies or interventions;
  • Understanding particular experiences of policy implementation, or explaining variations between settings in the experience of implementing a particular policy;
  • Explaining overall health system performance impacts and their variation across health systems (for example cross-national analysis of catastrophic health expenditure levels)

 

 Bahan belajar

http://ethesis.helsinki.fi/julkaisut/kay/kasva/vk/kerosuo/boundari.pdf

http://shura.shu.ac.uk/1759/1/Prof_Boundaries_FINAL_REPORT.pdf

http://www.jmpk-online.net/images/jurnal/2008/Vol_11_No_2_2008/03_mk_dumilah%20ayuningtyas.pdf

http://www.jmpk-online.net/images/jurnal/2009/Vol_12_No_3_2009/03_mk_dumilah.pdf

 

 Kegiatan pembelajaran

Untuk buku, misal:

Nugroho RD. Kebijakan publik untuk Negara-negara berkembang, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2006.

Untuk Jurnal, misal:

Sia D, Fournier P, Kobiané J-F, Sondo BK. Rates of coverage and determinants of complete vaccination of children in rural areas of Burkina Faso (1998-2003). BMC Public Health. 2009; 9:416- 25.

Bahan dari internet:

Penulis....... "Judul ..." http://www.kebijakankesehatanindonesia..... (diakses tanggal .... bulan...tahun ....)

Pertanyaan-pertanyaan

  1. Apakah latar belakang penelitian anda termasuk dalam upaya Health system strengthening. Uraikan...
  2. Apakah anda sudah memasukkan ciri HSPR dalam latar belakang proposal anda? Uraikan
  3. HPSR memfokuskan kajian kebijakan kesehatan pada tingkatan sistem. Apakah hubungan lingkungan kontekstual (konteks politik, sosial, ekonomi, budaya) dalam sistem kesehatan di Indonesia/daerah anda sudah dimasukkan dalam pendahuluan anda?
  4. Apakah ada komponen health system building block pada riset yang anda usulkan?
  5. Apakah anda sudah menjelaskan bagaimana hubungan riset anda (menggunakan HPSR) dengan mekanisme pengambilan kebijakan di daerah anda?

 

Jawaban dikirim ke pengelola dengan cara:

File ditulis dalam word dan diberi kode: XYYYM2a.doc

Keterangan:

X = nomor fasilitator anda.
YYY = kode nama peserta
M2a = Modul 2a

 

 Kirim tugas ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Jangan lupa memberi cc ke email setiap fasilitator yang telah ditunjuk untuk anda.

Tugas paling lambat dikirim tanggal .........2012, jam 24.00

 

 

Penutup Modul 1.

 Penutup Modul 1 dikirim 25 November 2012.

Setelah mengikuti Modul 1 ini diharapkan para peserta dapat melakukan penulisan awal untuk pendahuluan dan identifikasi fokus penelitian yang akan dipergunakan di Modul 2. Untuk itu para peserta diharapkan melakukan penulisan latar belakang proposal penelitian (lebih kurang 500-700 kata) dan dikirimkan ke pengelola kursus dengan kode: YXXXM1pendahuluan.

Keterangan:

Y            = kode fasilitator
XXX        = nama peserta
M1pendahuluan = Modul1pendahuluan

 

 Kirim tugas ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Jangan lupa memberi cc ke email setiap fasilitator yang telah ditunjuk untuk anda.

Tugas paling lambat dikirim tanggal 25 November 2012, jam 24.00

 

Modul 1e

 

 Modul 1e.  22 - 24 November 2012

Tugas paling lambat dikirim tanggal 24 November 2012, jam 24.00

merupakan modul yang membahas penggunaan data besar untuk penelitian kebijakan. Akan dibahas berbagai hal mengenai Data Susenas dan Data IFLS. Penggunaan data besar ini merupakan kesempatan bagi para peneliti kebijakan kesehatan untuk melakukan kegiatan yang tidak terlalu memakan biaya dalam melakukan penelitian dan memanfaatkan secara maksimal, data yang sudah ada. Disamping itu masih ada data Riset Kesehatan Dasar dan Riset Fasilitas Kesehatan yang ada di Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

 

 Tujuan Pembelajaran
 

  1. Memahami penggunaan data besar untuk penelitian kebijakan Data Susenas dan Data IFLS
  2. Menjaring peserta pengembangan yang berkeinginan menggunakan pendekatan econometric, multiple regression, atau metode kuantitatif lain untuk penelitian kebijakan yang menggunakan data sekunder.

 

 Bahan belajar

O'Donnell O, van Doorslaer E, Wagstaff A, Lindelow M. Analyzing Health Equity Using Household Survey Data. A Guide to Techniques and Their Implementation. The World Bank Washington, D.C. 2008.

 

 Langkah-langkah kegiatan pembelajaran

•  Peserta mengirimkan email mengenai ketertarikan mengikuti pengembangan lebih lanjut mengenai penelitian yang menggunakan data besar.


Pertanyaan yang harus dijawab untuk Modul 1e:

Apakah anda tertarik untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut mengenai penelitian yang menggunakan data besar? Apapun jawaban anda, sebutkan alasannya.

Dikirim ke pengelola dengan cara:

File diberi kode: YXXXM1e

Keterangan:

Y     = kode fasilitator
XXX = nama peserta
M1e = Modul1e

 

 Kirim tugas ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Jangan lupa memberi cc ke email setiap fasilitator yang telah ditunjuk untuk anda.

Tugas paling lambat dikirim tanggal 24 November 2012, jam 24.00

 

Modul 1d.

Modul 1d.

 Topik-topik Prioritas dan Isu-isu penting dalam Kebijakan Kesehatan. 19 - 21 November 2012.

Tugas paling lambat dikirim tanggal 21 November 2012, jam 24.00

Modul 1d dan Modul 1e (yang akan datang) merupakan modul khusus uang memberi kesempatan bagi para peserta untuk mengidentifikasi fokus masalah yang akan diteliti dalam riset kebijakan. Ada kemungkinan masalahnya menyangkut mengenai penyakit atau problem kesehatan, masalah dalam program kesehatan, sampai ke isu dalam sistem kesehatan. Dalam modul ini para peserta diharapkan melakukan akses ke berbagai web dalam kelompok www.kebijakankesehatanindonesia.net untuk memahami berbagai isu dalam kesehatan ibu dan anak, surveilance, pengembangan Jamkesmas –BPJS dan pemerataan kesehatan, pendidikan kedokteran, kemungkinan pengembangan kemitraan antara pemerintah dan swasta (Public and Private Partnership), metode kontrak dalam Penyebaran SDM di KIA di NTT. Disamping menelusuri berbagai web tersebut para peserta dipersilahkan untuk menggali data di tempat masing-masing dam mencari rujukan lainnya.

 

 Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami topik-topik prioritas dan isu-isu penting dalam kebijakan kesehatan;
  2. Mampu memilih topik untuk penelitian kebijakan dalam konteks isu-isu prioritas dan penting;
  3. Mengawali usaha penyusunan proposal dengan cara menyusun pendahuluan untuk proposal dan alasan mengapa memilih topik ini untuk diteliti.

Pemahaman tujuan ini dalam konteks 4 langkah untuk melakukan riset kebijakan menurut Gilson yaitu:
(1) identifikasi fokus penelitian dan pertanyaan-pertanyaannya;
(2) rancangan penelitian;
(3) penjaminan mutu penelitian; dan
(4) melaksanakan prinsip-prinsip etika.

 

 Bahan belajar

Silahkan anda eksplorasi website www.kebijakankesehatanindonesia.net dan berbagai web terkait. Di dalam web banyak hal terkait dengan kebijakan kesehatan. Silahkan menjelajah. Disamping itu para peserta akan mendapatkan kiriman berbagai materi saat melakukan diskusi melalui miling-list peserta.

 

 Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
 

  1. Peserta dianjurkan untuk memahami berbagai masalah prioritas yang ada di daerahnya dan di nasional.
  2. Selama membahas Modul 1d, para peserta dapat memperbaiki jawaban di Modul 1a, 1b, dan 1c.


Pertanyaan yang harus dijawab untuk Modul 1d:

Sebutkan topik apa yang ingin anda teliti. Apa alasannya, termasuk kaitannya dengan prinsip-prinsip riset kebijakan.

Dikirim ke pengelola dengan cara:

• File diberi kode: YXXXM1d

Keterangan:

Y     = kode fasilitator
XXX = nama peserta
M1d = Modul1d

 

 Kirim tugas ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Jangan lupa memberi cc ke email setiap fasilitator yang telah ditunjuk untuk anda.

Tugas paling lambat dikirim tanggal 21 November 2012, jam 24.00

 

  • toto
  • bandar togel 4d
  • live draw sgp
  • togel4d
  • slot777
  • scatter hitam
  • togel online
  • toto 4d/
  • toto slot
  • slot dana
  • bandar slot
  • slot dana
  • slot resmi
  • bandar slot resmi
  • bandar slot
  • slot resmi
  • agen toto
  • slot dana
  • deposit 5000
  • login togel4d
  • link gacor
  • toto slot
  • situs slot
  • slot online
  • togel online
  • slot gacor
  • totoslot
  • wengtoto
  • bandar togel
  • toto slot
  • rajabandot
  • resmi 777
  • situs bandar slot
  • agen slot
  • bandar slot
  • slot online
  • bandar slot terbaik
  • slot resmi
  • slot88
  • slot 1000
  • jp togel
  • slot resmi terpercaya
  • slot gacor
  • slot resmi
  • slot online
  • rajabandot
  • togel4d
  • togel4d
  • togel4d
  • slot kasih maxwin
  • sultan slot
  • bandar slot
  • slot777
  • slot asia
  • tototogel
  • jptogel
  • slot 1000
  • bandar slot asia
  • bandar slot terbesar
  • bandar slot gacor
  • situs bandar slot
  • slot online
  • toto 5000
  • toto5000
  • slot asia
  • slot resmi