Program Tatap Muka II

Program Tatap Muka II

3-4 Januari 2013
Di University Club Hotel UGM Yogyakarta

  Deskripsi

Setelah melalui beberapa sesi pelatihan jarak jauh dan berinteraksi melalui internet email dan audiostreaming, para peserta perlu bertemu langsung dengan fasilitator maupun peserta lainnya untuk saling berdiskusi dan melakukanbenchmark ide-ide pengembangan unit penelitian. Setiap peserta akan mempresentasikan poster yang berisi business plan masing-masing dan peserta lain dapat menanggapi atau memberi masukan. Harapannya adalah pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan mengenai kegiatan bersama yang akan direncanakan oleh setiap unit penelitian terkait dengan kebijakan tertentu, misalnya BPJS.

Fasilitator

Laksono Trisnantoro
Putu Eka Andayani
Yos Hendra

 

  Tujuan
 

  1. Membahas hasil penyusunan Business Plan selama bulan November dan Desember 2012
  2. Membahas rencana kegiatan berdasarkan potensi kegiatan yang diketahui
  3. Membahas sumber dana penelitian kebijakan
     

   Jadwal Kegiatan
 

Kamis, 3 Januari 2013

Waktu

Agenda

Fasilitator

08.00 – 08.30

Registrasi Peserta

Panitia

08.30 – 09.00

Pembukaan

Sesi 1
Presentasi Poster mengenai kegiatan yang sudah dijalankan

sesi1

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

 

09.00 – 10.30

Sesi 2
Pembahasan Business Plan dari Peserta

sesi2

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc. Ph.D

10.30 – 10.45

Coffee Break

 

10.45 – 12.00

Sesi 3
Pembahasan Business Plan dari Peserta

Yos Hendra, SE, Akt., MM

Sealvy Kristianingsih, SE

12.00 – 13.00

Lunch Break

 

13.00 – 13.30

Sesi 4
Pembahasan Business Plan dari Peserta

Yos Hendra, SE, Akt., MM

Sealvy Kristianingsih, SE

13.30 – 15.15

Sesi 5
Pembahasan Mengenai BLU

Yos Hendra, SE, Akt, MM

Sealvy Kristianingsih, SE

15.15 – 15.30

Coffee Break

 

15.30 – 16.30

Sesi 6
Pembahasan Potensi Penelitian

Ni Luh Putu Andayani, SKM, M.Kes, Dipl.HM

16.30 – 16.45

Sesi 7
Penutup Hari I

Yos Hendra, SE, Akt., MM

Ni Luh Putu Andayani, SKM, M.Kes, Dipl.HM

Jumat, 4 Januari 2013

08.30 – 09.30

Sesi 8
Pembahasan Cash Flow

h2

Yos Hendra, SE, Akt., MM

09.30 – 09.45

Coffee Break

 

09.45 – 10.30

Sesi 9
Respon Terhadap kebutuhan lingkungan, struktur lembaga penelitian, dan cara mendapatkan Client

h2lt

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

10.30 – 10.45

Sesi 10
Diskusi Kelompok mengenai : 

  • Siapa Leader di tempat anda?
  • Bagaimana Langkah – Langkah untuk Advokasi Penganggaran

peserta

 

10.45 – 11.30

Sesi 11
Diskusi Pleno

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

11.30 – 13.30

Friday Pray and Lunch Break

 

13.30 – 14.30

Sesi 12

  1. Pengembangan Leadership untuk Pusat Penelitian
  2. Kepemimpinan di Perguruan Tinggi: Bagaimana aplikasi di Fakultas Kedokteran?

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

14.30 – 15.30

Sesi 13
Diskusi: Plan of Action untuk PJJ Tahap II

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D
Tim UGM dan Peserta

15.30 – 15.45

Sesi Penutup

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

 

Template Business Plan

Bahan Pertemuan Tanggal 3-4 Januari 2013:

Template Business Plan

 

  Deskripsi

Setelah para peserta selesai menyusun visi dan misi lembaga, mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan produk dan memproyeksikan volume kegiatan serta menghitung proyeksi keuangan, maka tiba saatnya untuk menyusun seluruh materi tersebut ke dalam sebuah dokumen yang sistematis, padat dan ringkas sebagai satu kesatuan yang bermakna. Penyusunan dokumen ini harus mengacu pada tujuan awal penulisan Business Plan, misalnya: sebagai guideline bagi para pengelola dalam menyusun rencana implementasi, sebagai alat untuk menggali pendanaan, dan sebagainya. Tujuan ini akan menentukan fokus pada penulisan dokumen Business Plan ini.

Fasilitator:
Laksono Trisnantoro
Putu Eka Andayani
Yos Hendra

 

  Tujuan

Mampu menyusun dokumen Business Plan yang ringkas, padat, lengkap dan sistematis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, berdasarkan visi, misi, hasil analisis pasar dan proyeksi keuangan.

 

Template:

Ringkasan Eksekutif
Berisi ringkasan Business Plan yang memuat tujuan lembaga, peluang pengembangan dan gambaran mengenai prospek keuangan. Tidak lebih dari 1 halaman.

I. PROFIL LEMBAGA

  1. Sejarah
    Berisi sejarah singkat, terutama pencapaian-pencapaian (milestone) yang telah dilalui. Ini bermanfaat untuk memberikan memberikan gambaran pada pembaca dan menaikkan citra lembaga (terutama untuk tujuan penggalian dana)
  2. Filosofi, Nilai-nilai, Misi dan Visi
    Perlu ditulis dalam bagian ini sebagai basis bagi langkah penyusunan Business Plan selanjutnya (strategi dan program).
  3. Kebutuhan Pengembangan Lembaga

    Jelaskan atau deskripsikan latar belakang yang menyebabkan munculnya kebutuhan untuk mengembangkan Lembaga Penelitian di perguruan tinggi anda.


II. PROYEKSI KEGIATAN
 
  1. Proyeksi Pengguna
    Berisi informasi tentang peluang yang dimiliki oleh lembaga untuk mengembangkan produk/layanannya, potensi pasar, indicator keberhasilan.

    Profil Pengguna (saat ini)

    • identifikasi kelompok-kelompok pengguna yang selama ini sudah menggunakan jasa/produk lembaga anda
    • dapatkah anda menunjukkan trend mereka dengan grafik atau tabel (jumlahnya selama beberapa tahun berturut-turut)

    Profil Pesaing

    • dapatkah anda mengidentifikasi siapa saja yang "bermain" dalam area yang sama dengan lembaga anda
    • dapatkah anda mengambarkan bagaimana posisi persaingan tersebut dengan matriks: tingkat teknologi atau keahlian yang dikuasai dibandingkan dengan segmen/kelompok pengguna yang dilayani 
       

    Segmen pasar

    Tingkat Penguasaan Keahlian

    Sangat umum

    Spesifik

    Sangat spesifik

    Organisasi kecil

    Organisasi sedang

    Organisasi besar

    Keterangan:
    Sangat umum: yaitu keahlian yang umum dikuasai oleh perguruan tinggi Sangat spesifik: yaitu keahlian yang sangat jarang dimiliki oleh tenaga ahli/peneliti di perguruan tinggi

    Besarnya organisasi yang menjadi segmen pasar dapat dibedakan misalnya berdasarkan kapasitas organisasi yang bersangkutan (misalnya jika RS, berdasarkan Kelasnya atau jumlah TT-nya).

    Proyeksi Pengguna

    • selanjutnya dapatkah anda memperkirakan berapa banyak kegiatan yang akan anda laksanakan dalam tahun-tahun mendatang berdasarkan jenis produk yang akan anda kembangkan:
       

No

Produk

Tahun

1

2

3

4

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatan:

  • Kolom "Tahun" berisi angka yang menunjukkan jumlah pengguna atau produk yang akan dicapai (menjadi target volume kegiatan).

 

  1. Program Tahunan
    Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai target volume kegiatan tersebut diatas? Jangan lupa untuk menyusun program kerja ini dalam memenhi kebutuhan untuk menjadi lembaga, misalnya dari aspek SDM, infrastruktur dan sebagainya.
     

Program Pemenuhan kebutuhan sumber daya

Tahun pelaksanaan

Penanggung Jawab Program*

Perkiraan kebutuhan dana

1

2

3

4

5

Contoh:

Perekrutan tenaga D3 IT

2

 

 

 

 

Direktorat SDM

Rp 30 juta (perkiraan gaji dan tunjangan setahun sesuai UMR setempat)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  * yang memegang kewenangan untuk pelaksanaan kegiatan

  1. Proyeksi laporan Keuangan

Proyeksi pendapatan
 

Produk

Nilai Proyek/Produk (Rp)

Pendapatan (Rp)

1

2

3

4

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Identifikasi Biaya

Jenis Biaya

Biaya

Biaya Variabel

 

 

 

 

 

Biaya Tetap

 

Biaya Gaji

 

Biaya Langganan

 

....

 

....

 

Total

 

 

 

Surplus/Defisit

 


Proyeksi Aliran Kas
 

URAIAN

Tahun Ke

1

2

3

4

5

I.ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL

Pendapatan  Operasional

Jumlah Pendapatan

Biaya Operasional

Biaya Variabel

Biaya Tetap

Jumlah Biaya

AKTIVITAS OPERASIONAL

 

II.ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Arus Kas Masuk

Arus Kas Keluar

Biaya Gedung

AKTIVITAS INVESTASI

 

III.ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Arus Kas Masuk :

Penerimaan Pinjaman

Arus Kas Keluar

Pemberian Pinjaman

AKTIVITAS PENDANAAN

Kenaikan Bersih Kas

Kas Dan Setara Kas Awal

Jumlah Saldo Kas

 

Catatan penting untuk kegiatan minggu depan.

Diharapkan para anggota tim peneliti melakukan pertemuan untuk membahas business plan secara keseluruhan. Awal tahun 2013 kita akan berkumpul di Jogjakarta dan setiap tim akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan Business Plan-nya masing-masing.

 

Menyusun Rencana keuangan

Memahami Rencana Keuangan sebagai
persiapan penulisan Business Plan

 

  Deskripsi

Sebagai persiapan untuk menulis Business Plan, para peserta diharapkan dapat memahami rencana keuangan. Tinjauan dari sisi keuangan ini dimaksudkan untuk melihat kondisi organisasi dari sisi keuangan untuk lima tahun yang akan datang. Tinjauan keuangan ini merupakan kelanjutan dari analisis sumber-sumber dana penelitian. Para koordinator tim peneliti diharapkan mampu untuk menyusun rencana keuangan secara sederhana. Rencana keuangan untuk lima tahun ke depan tentunya bersifat indikatif yang dipengaruhi oleh kemampuan tim menafsirkan peluang-peluang pendanaan.

Fasilitator:
Laksono Trisnantoro
Putu Eka Andayani
Yos Hendra

 

  Tujuan

  1. Mampu mengidentifikasi pendapatan dan biaya lembaga penelitian
  2. Mampu memproyeksikan pendapatan dan biaya untuk kegiatan dimasa yang akan datang
  3. Mampu memproyeksikan aliran kas dimasa yang akan datang


  Bacaan :

Rencana keuangan di dalam business plan dalam bentuk laporan keuangan proyeksi atau laporan keuangan yang diperlihatkan dalam bentuk taksiran untuk tahun-tahun kedepan. Sumber-sumber pendapatan yang dapat diidentifikasi berasal dari Lembaga pemerintah dan swasta dan biaya terdiri dari biaya variable dan biaya tetap.

Aspek keuangan dalam bentuk proyeksi didalam business plan meliputi:

  1. Laporan Operasional
  2. Laporan Arus Kas


Laporan Operasional

Laporan operasional didalam dokumen business plan bertujuan untuk melihat kedepan apakah organisasi mendapatkan kelebihan atau kekurangan dana (surplus atau defisit). Didalam laporan operasional, terdapat dua komponen utama yaitu pendapatan dan biaya.

  1. Pendapatan, adalah pendapatan yang diterima oleh suatu lembaga untuk barang dan jasa yang dihasilkan dan dijual. Pendapatan yang didapat dihasilkan dari berapa banyak produk yang dihasilkan dikalikan dengan tarif yang ada.
  2. Biaya, adalah pengeluaran yang dilakukan dalam menjalankan aktivitas dalam suatu periode akuntansi. Ini akan membawa pengaruh terhadap arus kas keluar. Termasuk di dalamnya untuk pembayaran gaji, pembelian barang dan pengeluaran lainnya.

Proyeksi Laporan Operasional

Produk

Tarif

1

2

3

4

5

Pendapatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jenis Biaya

 

 

Biaya

 

 

Biaya Variabel

 

 

 

 

 

.............

 

 

 

 

 

............

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biaya Tetap

 

 

 

 

 

Biaya Gaji

 

 

 

 

 

Biaya Langganan

 

 

 

 

 

....

 

 

 

 

 

....

 

 

 

 

 

Total

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Surplus/Defisit

 

 

 

 

 

Laporan Aliran Kas

Aliran kas adalah aliran kas masuk dan aliran kas keluar atau setara kas. Dengan kata lain dalam Laporan aliran kas akan memberikan informasi tentang berapa jumlah kas yang tersedia untuk menjalankan aktivitas. Laporan aliran kas memberikan gambaran mengenai jumlah dana yang tersedia pada setiap saat yang dapat dipakai bagi berbagai kebutuhan oprasional lembaga termasuk investasi dan memuat jumlah pemasukan dan pengeluaran yang disusun dengan menelusuri dan mengkaji laporan operasional.

Laporan Arus kas biasanya terdiri atas 3 bagian, yaitu:

  1. Aktivitas operasional, adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional lembaga selama satu periode akuntansi.
  2. Aktivitas investasi, adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap dan aset non keuangan lainnya.
  3. Aktivitas Pendanaan, adalah aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran kas yang akan diterima kembali yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi investasi jangka panjang, piutang jangka panjang, dan utang sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran.

Proyeksi Aliran Kas

URAIAN

Tahun Ke

1

2

3

4

5

I.ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL

Pendapatan  Operasional

Jumlah Pendapatan

Biaya Operasional

Biaya Variabel

Biaya Tetap

Jumlah Biaya

AKTIVITAS OPERASIONAL

 

II.ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Arus Kas Masuk

Arus Kas Keluar

Biaya Gedung

AKTIVITAS INVESTASI

 

III.ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Arus Kas Masuk :

Penerimaan Pinjaman

Arus Kas Keluar

Pemberian Pinjaman

AKTIVITAS PENDANAAN

Kenaikan Bersih Kas

Kas Dan Setara Kas Awal

Jumlah Saldo Kas

 

Catatan penting untuk kegiatan minggu depan.

Diharapkan para anggota tim peneliti melakukan pertemuan untuk membahas business plan secara keseluruhan. Pada akhir minggu akan kami kirimkan format Business Plan kepada seluruh peserta. Diharapkan menjelang tahun baru ini, anggota tim dapat menyusun Business Plan untuk tahun 2013 – 2018.

 

Bahan Bacaan

Eugene F. Brigham & Michael C. Ehrhardt (2005), Fiancial Management. 11th ed.., Thomson south-western

Kieso, Donald E., Weygandt, Jerry J, Warfield, Terry D..(2007), Intermediate Accounting.12th ed., John Wiley & Sons inc.

Paul Tiffany, Steven D. Peterson, (2004) Business Plans For Dummies, 2nd Edition

 

 

 

Modul 3.4: Menyusun Rencana Pemasaran dan Pengusahaan Kegiatan

Menyusun Rencana Pemasaran dan Pengusahaan Kegiatan

 

  Deskripsi

Salah satu komponen utama dalam suatu rencana bisnis adalah perkiraan mengenai kegiatan-kegiatan dimasa mendatang: volumenya dan besarnya sumber daya yang perlu dialokasikan. Oleh karena itu para peserta pelu menguasai teknik-teknik yang diperlukan teknik tersendiri untuk membuat proyeksi tersebut. Rencana pemasaran akan memberikan gambaran mengenai peluang kegiatan yang dapat dikembangkan oleh unit penelitian, mengidentifikasi siapa saja yang akan menjadi pengguna atau klien, bagaimana karakteristik dan kebutuhan mereka, dan yang akan menuntun pada kompetensi dan infrastruktur yang perlu dimiliki oleh unit penelitian untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Fasilitator:
Laksono Trisnantoro
Putu Eka Andayani
Yos Hendra

 

  Tujuan
 

  1. Mampu mengidentifikasi peluang pengembangan produk lembaga penelitian
  2. Mampu memproyeksikan volume kegiatan sebagai dasar menyusun rencana penyediaan sumber daya dan rencana keuangan
  3. Mampu mengembangkan strategi dan rencana sumber daya non keuangan

Persiapan untuk pertemuan tatap muka di Yogyakarta pada awal bulan Januari (tanggal 3 dan 4) 2013.

 

Topik yang akan dibahas:

Langkah 6:

Mengidentifikasi produk-produk yang dapat dikembangkan dan "dijual" oleh lembaga. Diharapkan dapat dibahas antara tanggal 10 sampai 15 Desember 2012. Dikirim paling lambat tanggal 15 Desember 2012.

Pada intinya rencana pemasaran memuat gambaran mengenai target pencapaian kinerja pelayanan atau penjualan produk tahunan untuk 3 – 5 tahun kedepan sesuai dengan usia perencanaan yang dibuat. Secara periodik pencapaian kinerja lembaga akan dievaluasi dan dibandingkan dengan indikator dan target yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa adanya indikator dan target, lembaga akan sulit dinilai kinerjanya. Oleh karena itu, dalam rencana strategis bisnis harus ada bagian yang memaparkan mengenai rencana kerja dan target volume kegiatan/pelayanan untuk lima tahun kedepan sesuai dengan periode perencanaan. Mengingat target kinerja ini akan menjadi bahan dalam melakukan audit, maka penetapan target kinerja atau rencana pencapaian harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan.

Penentuan rencana pencapaian kinerja lima tahunan atau proyeksi kinerja dapat dilakukan setelah terlebih dahulu melakukan analisis faktor eksternal dan internal secara kuantitatif. Hal ini karena penghitungan proyeksi yang sifatnya prospektif merupakan proses lanjutan dari analisis trend yang sifatnya retrospektif. Oleh karena itu, proyeksi kinerja ini sifatnya sangat spesifik untuk tiap jenis usaha/industri. Secara ringkas, contoh proses memproyeksikan pasar untuk lembaga penelitian dapat digambarkan melalui bagan alur berikut ini:

m34

Gambar Alur Proyeksi Pasar dan Volume Kegiatan

Perguruan tinggi harus dapat mengidentifikasi siapa saja pengguna potensialnya: individu atau lembaga lain. Pengguna potensial ini dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu (misalnya lembaga pemerintah, swasta atau asing, besar atau kecil, dan sebagainya). Setelah itu, berdasarkan pada hasil analisis lingkungan yang telah dilakukan sebelumnya, perguruan tinggi harus dapat memperkirakan berapa market share yang dapat diraih (atau dikehendaki) dari pengguna potensial yang ada tersebut.

Pengguna potensial ini memiliki berbagai macam kebutuhan, yang dapat dipenuhi oleh bukan saja lembaga kita melainkan juga oleh perguruan tinggi lain yang bergerak dibidang yang serupa dengan lembaga kita. Oleh karenanya, kemampuan meraih pengguna potensial ini dipengaruhi oleh daya saing lembaga kita terhadap lembaga lain yang sejenis, dimana daya saing ini dipengaruhi oleh jumlah dan jenis tenaga ahli yang kita miliki, pengalaman lembaga (bukan sekedar pengalaman individu tenaga ahlinya), infrastruktur dan fasilitas pendukung, dan sebagainya.

Catatan:

Jika belum mampu mengidentifikasi pesaing dan menghitung market share, maka langkah analisis pengguna ini dapat langsung menentukan target pengguna dan volume kegiatan.

Menentukan target pengguna tidak bisa lepas dari visi dan misi lembaga. Perguruan tinggi harus konsisten dengan visinya, akan menjadi lembaga yang bagaimana di masa mendatang. Misi akan menjaga ruang lingkup kegiatan yang dilakukan oleh lembaga, agar tidak keluar dari area core competency-nya. Oleh karena itu, target pengguna yang akan diraih dan produk yang akan ditawarkan disesuaikan dengan visi dan misi ini.

Bahan untuk dibahas oleh tim kecil di perguruan tinggi dalam mengidentifikasi pengguna potensial dan memproyeksikan volume kegiatan:

  • Identifikasi: siapa saja calon pengguna potensial produk/layanan anda.
  • Dapatkah anda mengelompokkan berbagai calon pengguna tersebut berdasarkan karakteristik tertentu dan gambarkan bagaimana karakteristiknya. Misal: salah satu kelompok pengguna adalah Kantor-kantor Dinas Kesehatan di Kabupaten/Provinsi , dan seterusnya.

Analisis Pengguna Potensial

Pengguna Potensial

Jumlah

Karakteristik/Kebutuhan*

 

 

 

 

 

 

* Karakteristik/kebutuhan berisi keterangan singkat mengenai jenis kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh lembaga anda.
Misal: Pengguna potensialnya adalah Dinkes, ada 4 Dinkes Kab/Kota yang membutuhkan studi mengenai pembiayaan kesehatan.

  • Dapatkah anda menyebutkan, dari berbagai kebutuhan pengguna tersebut, mana yang dapat anda penuhi? Produk apa yang dapat anda kembangkan/tawarkan kepada calon pengguna untuk memenuhi kebutuhan tersebut?

Pengguna Potensial

Produk yang akan ditawarkan

 

 

 

 

  • Dapatkah anda memproyeksikan volume kegiatan dari produk-produk tersebut serta sumber pendanaan yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatannya?

Produk (Proyek)

Tahun pelaksanaan

Penanggung Jawab Proyek (PI)

Sumber Dana

1

2

3

4

5

Contoh:

Studi Pembiayaan Kesehatan untuk orang miskin

1

1

 

 

 

Dr. A, MKes

APBD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

PI (Principal Investigator) adalah orang yang ditunjuk sebagai Team Leader untuk memimpin tim yang akan mewujudkan produk (melaksanakan proyek) tertentu. PI ini bertanggung jawab mulai dari penyusunan proposal, berkomunikasi dengan calon klien, membagi tugas antar-anggota tim, mengawasi penggunaan sumber daya hingga mengevaluasi hasil pekerjaan.

  • Tentukan indikator keberhasilan lembaga anda. Sesuaikan indikator ini dengan visi dan misi lembaga.
    Dapat menggunakan perspektif Balanced Scorecard. Contoh:

Perspektif

Indikator

Target

Inisiatif Stratejik

SDM:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses Internal:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengguna:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keuangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

Inisiatif stratejik adalah gambaran mengenai arahan strategi yang dapat ditempuh oleh lembaga untuk dapat memenuhi indikator keberhasilan dan mencapai target yang telah ditetapkan (termasuk target volume kegiatan).

  • Dapatkah anda mengidentifikasi kebutuhan sumber daya (SDM peralatan pendukung dan sebagainya) yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai kegiatan tersebut di atas?
  • Tentukan juga, kapan kekurangan sumber daya tersebut ditargetkan akan terpenuhi dan berapa kira-kira kebutuhan dananya.

Program Pemenuhan kebutuhan sumber daya

Tahun pelaksanaan

Penanggung Jawab Program*

Perkiraan kebutuhan dana

1

2

3

4

5

Contoh:
Perekrutan tenaga IT

2

Direktorat SDM

Rp 25 juta (perkiraan gaji dan tunjangan setahun)

* Penanggung Jawab Program berbeda dengan PI. P.Jawab Program adalah orang yang ditunjuk oleh perguruan tinggi yang bertanggung jawab terhadap sumber daya lembaga.

 

 

 

 

Menyusun daftar faktor sukses dan membahasnya dalam menjalankan lembaga penelitian

Menyusun daftar faktor sukses dan membahasnya
dalam menjalankan lembaga penelitian

  Deskripsi 

Membentuk lembaga penelitian bukan sebuah kegiatan mudah.Di dalam lembaga penelitian perlu ada berbagai fasilitas infrastruktur, pembiayaan, dan tentunya sumber daya manusia.Bagian kursus jarak-jauh ini membahas mengenai berbagai faktor dasar yang mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah lembaga penelitian yang berada di universitas.
 

  Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan ini , para peserta mampu untuk:

  1. Memahami 6 langkah untuk suksesnya lembaga penelitian
  2. Memahami Langkah 1 yang harus dianalisis sebelum memulai pendirian/penerusan lembaga penelitian
  3. Membahas kelayakan pendirian lembaga penelitian

Harap ada rapatkan di tim kecil:

Mohon anda perhatikan pernyataan misi lembaga penelitian anda. Apakah lembaga anda akan menyediakan pelayanan:

  1. Penelitian (saja)
  2. Konsultan (saja)
  3. Penelitian dan Konsultasi

Poin ke 3 merupakan hal paling sulit karena menyediakan pelayanan konsultasi berarti lembaga penelitian sudah bertambah fungsi menjadi lembaga konsultan. Harap anda perhatikan beda konsultan, dosen, dan peneliti serta kemampuan universitas .

Silahkan klik di sini untuk mengingat kembali materi di pertemuan Surabaya.

Andaikata anda memilih opsi 1, penelitian saja maka perlu mempelajari berbagai hal untuk kesuksesan sebuah lembaga penelitian.
 

Perhatikan referensi Pertemuan Tatap Muka dari:
Jennifer Stephens J, Levine R, Burling A, Russ-EftD . 2011. An Organizational Guide to Building Health Services Research Capacity. Agency for Healthcare Research and Quality Rockville, MD.American Institutes for Research Washington, DC.

 

Disebutkan bahwa ada 6 Langkah untuk suksesnya sebuah lembaga penelitian sebagai berikut:

Langkah

Keterangan

Langkah 1

Memahami Kebutuhan dan Kemampuan Organisasi

Mengetahui kecakapan/kapasitas dan sumberdaya organisasi anda saat ini untuk menentukan kekuatan dan area yang perlu diperbaiki. Hal ini membantu anda untuk menentukan tujuan dan target.

 

Langkah 2

 

Mengembangkan Budaya Penelitian

Menggerakkan organisasi ke arah sebuah budaya penelitian membutuhkan kepemimpinan yang berdedikasi dan selalu mendukung seluruh staf yang ada.

Langkah 3

 

Merencanakan Pendukung Infrastruktur

 

Langkah 3 terdiri dari 4 aktifitas untuk mengembangkan sebuah infrastruktur penelitian.
Membuat sebuah pusat penelitian dengan focus tematik, direktur penelitian atau kepala peneliti, pendukung teknik, pendukung manajemen, serta fasilitas dan peralatan.

Mengembangkan keahlian meneliti melalui pelatihan, pedampingan, dan proyek-proyek penelitian perorangan. Membangun dan memelihara kemitraan di dalam dan di luar organisasi.

Membentuk kelompok penasehat untuk memberi bimbingan dan umpan balik.

 

Langkah 4

Menjalin Komunikasi dan Membuat Laporan

Melaporkan pekerjaan anda kepada penyandang dana serta mendiskusikan penelitian anda dengan peneliti profesional dan komunitas peneliti dapat memperkuat hubungan.

 

Langkah 5

Mengevaluasi Prakarsa Pendukung Infrastruktur

Memantau, mengevaluasi, dan

memperbarui pendekatan anda untuk membangun infrastruktur, dapat membantu untuk memastikan keberhasilan sebuah penelitian.

 

Langkah 6

 

Merencanakan Sebuah Kesinambunga

 

Penting sebuah rencana jangka panjang untuk mempertahankan infrastruktur.

Dalam hal ini, tim kecil diharapkan mendiskusikan Langkah 1 terlebih dahulu. Berdasarkan referensi diatas, kami menyusun daftar bahan untuk didiskusikan.

Silahkan mendiskusikan:

Langkah 1 : Memahami Kebutuhan dan Kemampuan Organisasi

Langkah pertama dalam menentukan apa yang kita perlukan adalah dengan mengetahui keadaan keseluruhan infrastruktur penelitian organisasi kita pada saat sekarang. Bagian ini akan memaparkan persoalan-persoalan secara spesifik yang perlu kita perhatikan untuk menentukan kebutuhan dan kemampuan organisasi kita.

Terdapat 5 bagian yang perlu dibahas dalam Langkah 1:

  1. Infrastruktur kontrak/Dana Bantuan
  2. Keahlian dan pengalaman staf penelitian.
  3. Fasilitas dan peralatan
  4. Budaya dalam organisasi
  5. Kemitraan di dalam dan luar organisasi

 

1. Infrastruktur Pengelolaan Kontrak dan Proposal

tumpbukuKita harus menyadari pentingnya meninjau sumber daya yang ada
untuk penulisan proposal serta mengelola hibah dan kontrak.

 

Bahan diskusi:

  1. Biro Kerjasama: Apakah universitas/fakultas anda mempunyai kantor yang mengatur semuakerjasama dari luar negeri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta yang berupa hibah maupun kontrak? Apakah berada di bawah Wakil Rektor ataukah di bawah Wakil Dekan? Uraikan situasinya.
  2. Apakah para staf di lembaga anda mempunyai kemampuan untuk mencari informasi mengenai kesempatan memperoleh 
dana atau penulisan proposal?
  3. Apakah lembaga anda mempunyai anggaran untuk penulisan proposal penelitian?
  4. Apakah di lembaga anda ada unit yang mengawasi jalannya kegiatan sesuai dengan yang diajukan 
dalam proposal?
  5. Apakah di lembaga ada system yang mampu mencatat jumlah pengeluaran dana dan membuat laporan belanja bulanan berdasarkan pengeluaran per proyek?
  6. Apakah dilembaga ada petugas yang mampu menyiapkan faktur- faktur untuk proyek-proyek yang didanai dari luar negeri, dalam negeri ataupun dari swasta?

 

2. Keahlian dan Pengalaman Staf Penelitian
 

  1. stafpenelitiApakah di lembaga anda mempunyai dosen yang mempunyai waktu untuk meneliti? Ataukah semua dosen sibuk dengan mengajar sehingga tidak sempat meneliti. Uraikan dengan detil.
  2. Gelar apa saja yang dimiliki para dosen yang mempunyai waktu untuk meneliti. Bidang keahliannya apa?
  3. Apakah mereka cukup mempunyai pengalaman?

     
  4. Apakah di lembaga anda ada tenaga yang menjadi peneliti full-timer? Gelar apa saja yang dimiliki mereka? Bidang keahliannya apa?Uraikan dengan detil.
  5. Siapa saja staf pendukung penelitian yang ada saat ini? Berapa jumlahnya.

- Administrasi/sekretaris,
- Bendahara
- Manajer penelitian
- Driver
- Teknisi computer
- Office-boy
- .....
- .....

Darimana sumber pendanaan penelitian di lembaga anda?

  • Pemerintah Pusat
  • Pemerinta Daerah
  • Lembaga Swasta
  • Lembaga luarnegeri
  • .......
  • ......

 

3. Fasilitas dan Peralatan

fasiltSelain staf, anda juga perlu mempertimbangkan fasilitas dan peralatan yang tersedia
untuk melaksanakan sebuah penelitian.Harap didiskusikan:

 

  1. Luas ruang kantor
    1. Apakah ruang kantor anda cukup luas untuk melaksanakan penelitian
    2. Apakah kondusif untuk sebuah kerja team? Apakah cukup menampung semuastaf ?
       
  2.  Teknologi Informasi
    1. Apakah anda mempunyai software untuk analisa data serta membuat presentasi dan publikasi (missal STATA, atau SPSS, Office, dan lain-lain)
    2. Apakah anda memilki hardware – seperti server, computer, printer – yang diperlukan untuk melakukan penelitian?
    3. Apakah tersedia data proteksi dan prosedur untuk menjaga privasi dan mencegah kebocoran? Kalau tidak ada, apakah perlu untuk mengusahakannya?
    4. Apakah ada sarana untuk mengakses data besar seperti Susenas, IFLS dan lain-lain?
    5. Apakah mempunyai laboratorium penelitian?
       
  3. Fasilitas perpustakaan dan literatur yang relevan
    1. Apakah ada akses ke data base on line untuk pencarian literatur?
    2. Apakah para staf punya keahlian untuk hal ini?
    3. Apakah ada akses ke jurnal kebijakan/manajemen kesehatan?

 

4. Budaya Organisasi

budayPusat Penelitian terdiri dari sekelompok peneliti yang bekerja sama dalam penelitian dengan wilayah topik yang sama, bekerja sebagai satu entitas formal dalam stuktur organisasi dan biasanya berbagi ruang secara fisik.
Dalam mengukur kebutuhan dan kemampuan, penting untuk menyinggung aspek- aspek tambahan dalam budaya di organisasi anda. 

Bahan Diskusi:

Kebijakan tentang Pusat Penelitian

  1. Apakah ada pusat penelitianlain yang serupa di universitas anda? Ada berapa? Apakah ada perbedaan focus kegiatan dari setiap pusat penelitian
  2. Apakah ada potensi untuk membangun sinergi dalam sebuah pusat penelitian yang berfokus pada masalah pelayanan kesehatan?
  3. Apakah mungkin membuat sebuah pusat penelitian yang berfokus pada masalah pelayanan/ kebijakan kesehatan?
  4. Penelitian apa yang berfokus atau berkaitan dengan penelitian pelayanan kesehatan yang didanai di organisasi anda pada 5 tahun terakhir?
  5. Dari manakah mendapat pendanaan? (Sumber pendanaan termasuk pemerintah 
pusat, propinsi, daerah, yayasan, dari organisasi anda sendiri).Berapa dana yang didapat?
  6. Seberapa mudah mendapatkan bantuan teknis mengenai biostatistik, metodologi penelitian pelayan kesehatan (seperti analisa data sekunder, survei, retrospeksi dan prospek studi observasional, dan metode qualitatif), serta proposal penelitian,tinjauan naskah dari dalam maupun luar universitas anda?
  7. Seberapa mudah mendapatkan bantuan konkret dari universitas (tenaga, waktu danpendanaan) untuk mengajukan dan melaksanakan penelitian?
     

Kebijakan Kelembagaan

  1. Apakah lembaga penelitian anda memiliki dokumen resmi seperti rencana pernyataan strategis?
  2. Apakah mempunyai manual manajemen yang jelas?
  3. Apakah lembaga penelitian anda memiliki Dewan Pengawas?
  4. Apakah universitas anda memiliki Kantor Penelitian yang secara eksplisit membantu dan mendukung penelitian?
  5. Seberapa besar dukungan dari pemimpin- pemimpin universitas dan fakultas untuk lembaga penelitian anda?
  6. Seberapa besar dukungan dari sesama dosen?
  7. Seberapa besar pengaruh penelitian dalam kenaikan gaji, promosi jabatan fungsional dan struktural?
     

Kebijakan Kepegawaian

  1. Seberapa sulitkah mendapatkan waktu untuk melaksanakan penelitian ( contohnya cuti panjang, pengurangan tanggung jawab mengajar, ijin melakukan konsultasi)
  2. Seberapa besar dukungan verbal dan dorongan yang didapat dari Kepala Bagian di fakultas anda untuk staf yang melaksanakan penelitian?
  3. Bentuk bantuanapa saja yang diterima dari Kepala Bagian anda dalam melaksanakan penelitian?

 

5. Kemitraan

kemitraKemitraan (partnership) dengan lembaga lain dapat berperan sebagai sumber daya penting untuk
membantu dalam mencari kesempatan pendanaan potensial, memandu dan mendampingi kegiatan penelitian,
serta menyediakan akses ke data penelitian.
Mitra dapat berupa lembaga atau perorangan (peneliti) yang dapat meluangkan waktu untuk lembaga riset anda.

Diskusikan:

  1. Apakah ada mitra akademis yang bersifat kelembagaan?
  2. Apakah ada mitra akademis perorangan?
  3. Apakah ada mitra penelitian non-akademik misalnya Asosiasi Rumahsakit Daerah, Asosiasi Dinas Kesehatan, Yayasan, atau lembaga-lembaga masyarakat nonprofit.
  4. Apakah ada mitra pemerintah seperti Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan propinsi.

Apakah ada mitra lain-lain?

.........

Seberapa lama mitra-mitra anda telah bekerja bersama? Apa yang sudah dicapai oleh kemitraan ini?

Keuntungan apakah yang lembaga penelitian anda dapatkan dari kemitraan ini? Sebaliknya keuntungan apakah yang mitra anda dapatkan dari lembaga penelitian anda?

Silahkan bahan diskusi ini dibahas pada pertemuan tim kecil.

Harap susun resumenya berupa jawaban untuk dua pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana kemampuan kelembagaan anda untuk melakukan penelitian?
  • Apa kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjalankan lembaga penelitian anda?

 

Mohon dapat dikirim laporannya ke kami melalui email ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

Melakukan analisis lingkungan

 Melakukan analisis lingkungan

 

Topik yang akan dibahas:

Langkah 3:

Melakukan analisis lingkungan : Diharapkan dapat dibahasn antara tanggal 23 sampai 24 November 2012. Dikirim paling lambat tanggal 25 November 2012.

Bahan untuk dibahas oleh tim kecil di perguruan tinggi:

  • Apakah di daerah anda ada kemungkinan untuk melakukan riset kebijakan? Jika Ya, siapa penggunanya, dan harap anda uraikan secara rinci topiknya.
  • Dari mana kemungkinan sumber dananya?
  • Apakah di universitas anda tersedia tenaga peneliti dan tenaga konsultan dalam kebijakan kesehatan? Para ahli kebijakan dapat diambil dari Fakultas bukan kesehatan, misal Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Politik.
  • Apakah ada dukungan dari Rektor atau Dekan untuk mengembangkan penelitian kebijakan kesehatan?
  • Apakah unit penelitian kebijakan terkait dengan pemberikan kuliah kebijakan dan manajemen kesehatan di universitas anda? Uraikan dengan detil.


Kesimpulan secara keseluruhan:

Apakah lingkungan unit penelitian anda bersifat positif yang mendukung terlaksananya penelitian kebijakan? Ataukah sebaliknya?

Penyusunan Policy Brief

Penyusunan Policy Brief

Policy Brief adalah sebuah dokumen yang menguraikan dasar rasional dalam pemilihan sebuah alternatif kebijakan khusus atau rangkaian tindakan dalam sebuah kebijakan saat ini. Sebuah policy brief mungkin berfokus langsug pada penyediaan sebuah argumen untuk pengadopsian sebuah alternatif tertentu yang bertujuan untuk meyakinkan para pihak target akan pentingnya permasalahan saat ini dan perlu mengadopsi alternatif yang dipilih, selanjutnya berfungsi mendorong untuk melakukan tindakan. Dalam hal ini hasil penelitian yang ada diharapkan mampu memberikan masukan bagi pemerintah dalam menginisiasi kebijakan yang lebih efektif.

Di negara atau pemerintah yang memiliki tradisi menulis yang kuat, policy brief maupun policy paper memiliki posisi sekaligus peran penting sebagai salah satu media atau alat komunikasi yang cukup berpengaruh dalam proses pengambilan kebijakan publik. Kuatnya tradisi menulis menjadi salah satu dasar bagi para penguasa sebelum mengambil kebijakan. Sebaliknya, dalam suatu negara atau pemerintah yang kurang memiliki tradisi menulis yang kuat, sebuah tulisan belum cukup mampu menjadi faktor yang memengaruhi seorang penguasa dalam mengambil suatu kebijakan.

Masih banyak masyarakat bahkan pejabat pemerintah yang belum tahu fungsi policy paper atau policy brief, policy brief bukan bulletin. Penulisan policy brief dan penggunaannya sebagai bagian dari alat dalam proses advokasi kebijakan masih jarang dilakukan oleh lembaga-lembaga di Indonesia. Walaupun manfaat policy brief atau policy paper masih belum maksimal dalam proses advokasi kebijakan, policy brief sebagai bagian dari advokasi kebijakan.

Pada sesi ini, secara khusus akan melatih peserta untuk menyusun policy brief sebagai dokumen singkat yang menyajikan penemuan dan rekomendasi dari penelitian yang ditujukan kepada audiens non-pakar, dan merupakan alat untuk menyampaikan masukan terhadap suatu kebijakan.

Sebagaimana telah disampaikan dalam pengantar dalam modul jarak jauh, sebelum menyusun Policy Brief, Anda harus telah mengidentifikasi beberapa hal berikut:

  1. Mengidentifikasi isu kebijakan
  2. Mengembangkan dialog dua-arah dan 'keterlibatan' dengan beneficiary dari manfaat riset (misalnya: pembuat kebijakan)
  3. Menciptakan tim komunikasi dan diseminasi
  4. Mengidentifikasi kelompok target audiens yang relevan

Komponen Policy Brief

Pada prinsipnya, sebuah policy brief adalah sebuah rekomendasi kebijakan yang merupakan dokumen yang berdiri sendiri, berfokus pada topik dan tidak lebih dari 2-4 halaman (1.500 kata) . Dalam menyampaikan isi dapat menggunakan model a laser focus, artinya benar-benar fokus pada satu topik.

Berikut ini 8 komponen yang dapat menjadi pedoman dalam penyusunan sebuah brief, yaitu :

  1. Executive Summary: merupakan sebuah ringkasan eksekutif yang singkat dan memberikan gambaran kepada pembaca mengenai tujuan dan rekomendasi policy brief yang disusun.
  2. Pernyataan isu/masalah:sebuah frase topik sebagai pertanyaan yang memerlukan suatu keputusan, dirangkum sesingkat mungkin dalam satu pertanyaan. Sebagai contoh:
    1. peran apa yang dapat dilakukan oleh (setiap kelompok politik, sosial, organisasi) yang merupakan target audiens, yang dapat meningkatkan status (politik/ekonomi/sosial) bagi masyarakat atau target audiens yang dituju
    2. bagaimana seharusnya ?
    3. siapa yang harus bertanggungjawab untuk memperbaiki / meningkatkan / mengatasi permasalahan yang disampaikan?
    4. Kapan sebaiknya kelompok pengambil kebijakan memutuskan untuk terlibat dalam perkembangan masalah atau krisis yang disampaikan
  3. Latar belakang masalah: menyajikan fakta-fakta penting sehingga para pengambil kebijakan memahami konteks masalah, termasuk dalam hal ini perlu disajikan bagaimana perspesi masyarakat mengenai permasalahan ini?
  4. Pre-existing Policies : merupakan rangkuman apa yang telah dilakukan tentang masalah sejauh ini, tujuannya adalah untuk menginformasikan pembaca dari pilihan kebijakan yang direkomendasikan.
  5. Pilihan kebijakan : memberikan gambaran tindakan yang mungkin atau tidak untuk dilakukan, dengan setidaknya 3 program potensial tindakan.
  6. Keuntungan dan kelemahan : setiap opsi kebijakan pasti memiliki keuntungan dan kelemahan, sehingga perlu disampaikan perspektif pro dan kontra dari pilihan dalam poin-pint atau format outline.
  7. Rekomendasi : setelah memprioritaskan pilihan kebijakan yang disampaikan dan membahas pro dan kontra, dalam bagian ini berisi rekmendasi pada pengambil kebijakan.
  8. Sources Consulted or Recommended : menyediakan informasi bagi para pengambil keputusan bila memiliki minat dan wakatu untuk membaca tentang isu tertentu. Pada dasarnya berisi sebuah bibliografi, menyediakan ditulis dekripsi 1-3 kalimat dan evaluasi dari setiap sumber yang terdaftar.
     

 

Template sebuah Policy Brief

•  Ringkasan Eksekutif

Lead dengan pernyataan pendek, dalam bagian ini terdiri dari ± 150 kata berisi tujuan dan rekomendasi singkat. Diharapkan bagian ini mampu mempersuasi dan menarik minat pembaca pembaca untuk melangkah lebih lanjut. Ditulis setelah selesai menyusun policy brief.

•  Pendahuluan

Menjawab pertanyaan why? Di dalam bagian ini, diharapkan mampu menjelaskan arti dan urgensi masalah yang disampaikan. Selain itu berisi pula tujuan penelitian, memberikan gambaran tentang temuan dan kesimpulan. Bagian ini bertujuan pula untuk menarik minat pembaca.

•  Pendekatan yang digunakan dan Hasil

Bagian ini menyajikan ringkasan fakta-fakta, menjelaskan masalah dan konteks, menjelaskan metode penelitian dan analisis. Sehingga pembaca mampu memahami bagaimana penelitian yang dilakukan, termasuk metodologi yang digunakan untuk mengumpulkan data, serta menjelaskan latar belakang yang relevan. Dalam penulisannya tidak diharapkan membahas terlalu teknis. Menekan pentingnya manfaat yang akan didapatkan dan peluang yang tersedia.

- Hasil

Dalam menyampaikan hasil yang penting yaitu "Apa yang bisa kita pelajari?"
Mulailah menuliskan gambaran umum, kemudian diikuti ke khusus sehingga memudahkan audiens untuk mudah mengikuti konten yang disampaikan

•  Kesimpulan

Apakah arti dari penyajian yang kita sampaikan? Dalam menulis kesimpulan, gunakan bagian untuk menginterpretasikan data dan bertujuan untuk memberikan kesimpulan yang kuat.

•  Implikasi dan Rekomendasi

Tulisan pada bagian ini berisi apa yang bisa terjadi dan apa yang harus terjadi, kedua hal tersebut mengalir dari kesimpulan dan harus didukung oleh bukti.

Merancang Design Policy Brief
 

  • Judul merupakan titik acuan, dan dapat diikuti dengan sub-judul. Dalam pemilihan judul harus dipilih kata yang menarik minat pembaca.
  • Dapat ditambahkan sidebars, yang ditulis pendek, dekritif, stimulating (menggunakan pertanyaan) dan berfokus pada tindakan
  • Design dibuat menarik dengan warna atau pilihan font
  • Dapat menggunakan grafik, foto dan grafis
  • Perlunya melakukan review dokumen setelah selesai penulisan

 

Langkah – langkah penyusunan Policy Brief

Contoh:

Policy Brief berbasis data/hasil penelitian epidemiologis: Studi Kasus KIA
Laksono Trisnantoro
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM

 

 

Jadwal Kegiatan Pelatihan Tatap Muka Angkatan I

Jadwal Kegiatan Pelatihan Tatap Muka Angkatan I

6 – 7 September 2012

Ruang pasca Sarjana FK UGM

 

6 September 2012

Waktu

Kegiatan

Narasumber

08.00 – 08.30

Registrasi Ulang Peserta

08.30 – 10.00

Pembukaan

Pengenalan Peserta, Fasilitator dan Juri

Penjelasan Program

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

10.00 – 10.30

Coffee Break

10.30 – 12.00

Presentasi Proposal Peserta (Tim Juri dibagi ke masing-masing group)

GROUP I

GROUP II

GROUP III

12.00 – 13.00

Makan Siang di Joglo Alumni

13.00 – 14.30

Workshop Perumusan Masalah

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.d

14.30 – 15.00

Coffee Break

15.00 – 16.30

GROUP I

Workshop Metode Realist Evaluation

dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph.D

GROUP II

Workshop Metodologi Studi Kasus

Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS

Notulensi 6 September 2012

7 September 2012

08.30 – 10.00

Workshop Metodologi Mixed Method 

Notulensi Metodologi Mixed Method

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, Ph.D

10.00 – 10.30

Coffee Break

10.30 – 12.00

Workshop Penyusunan Policy Brief

Shita Dewi, SIP, MM, MPP

12.00 – 13.30

Makan Siang di Joglo Alumni

13.30 – 15.00

Pengembangan Individu/Peneliti dan Lembaga Penelitian Kebijakan 

Notulensi

Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D

15.00 – 15.30

Coffee Break

15.30 – 16.30

Penutupan dan Penjelasan Tindak Lanjut Program 

Notulensi

Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

 

 

 

 

 

 

  • toto
  • bandar togel 4d
  • live draw sgp
  • togel4d
  • slot777
  • scatter hitam
  • togel online
  • toto 4d/
  • toto slot
  • slot dana
  • bandar slot
  • scatter hitam
  • slot dana
  • slot resmi
  • bandar slot resmi
  • bandar slot
  • slot resmi
  • agen toto
  • slot dana
  • deposit 5000
  • login togel4d
  • link gacor
  • toto slot
  • situs slot
  • slot online
  • togel online
  • slot gacor
  • totoslot
  • wengtoto
  • bandar togel
  • toto slot
  • rajabandot
  • resmi 777
  • situs bandar slot
  • agen slot
  • bandar slot
  • slot online
  • bandar slot terbaik
  • slot resmi
  • slot88
  • slot 1000
  • jp togel
  • slot resmi terpercaya
  • slot gacor
  • slot resmi
  • slot online
  • rajabandot
  • togel4d
  • togel4d
  • togel4d
  • slot kasih maxwin
  • sultan slot
  • slot gacor bagi thr
  • bandar slot
  • slot777
  • slot asia
  • tototogel
  • jptogel
  • slot 1000
  • bandar slot asia
  • bandar slot terbesar
  • bandar slot gacor
  • situs bandar slot
  • slot online
  • toto 5000
  • href="https://www.socnatural.com/">toto5000 href="https://twsocial.co.uk/">slot asia href="https://vatrefundagency.co.za/">slot online resmi